Sabtu, 26 Januari 2019 16:35

DBD di KBB Meluas, Warga Minta Dinkes Proaktif Pencegahan

Reporter : Fery Bangkit 
ilustrasi
ilustrasi [net]

Limawaktu.id - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Bandung Barat (KBB) semakin meluas. 

Berdasarkan pemantauan Sabtu (26/1/2019) di RSUD Cikalongwetan pun, jumlah pasien kini menjadi 15 pasien, dari sebelumnya yang hanya 12 jiwa.

Baca Juga : Tahukah Kamu Jika Ikan Cupang Bisa Cegah DBD? Ini Jawabannya

"Secara keseluruhan sepanjang Januari sudah ada 56 pasien DBD baik yang menjalani rawat jalan maupun rawat inap,"  kata Direktur RSUD Cikalongwetan, Ridwan A. Putra di Cikalongwetan Sabtu (26/1/2019).

Ridwan menyebutkan, jika dihitung sejak bulan Desember total ada 143 pasien DBD yang ditangani di RSUD Cikalongwetan. Terbanyak di bulan Desember 2018 ada sebanyak 87 orang ditambah Januari ini 56 orang. Sebagian besar pasien berasal dari kelompok usia sekolah sehingga memunculkan dugaan bahwa mereka terkena DBD saat berada di lingkungan sekolah.

Baca Juga : Hati-hati!25% Jentik Nyamuk DBD Bisa Tumbuh pada Dispenser dan Talang Air di Rumah

Umumnya pasien yang dirawat di RSUD Cikalongwetan berasal dari sekitar Kecamatan Cikalongwetan, Cipeundeuy, Cipatat, dan juga Darangdan, Kabupaten Purwakarta. Ini dikarenakan Cikalongwetan termasuk daerah endemik DBD dan pada musim hujan seperti ini kasusnya selalu mengalami peningkatan. Itu disebabkan banyak genangan air yang dijadikan tempat perkembangbiakan nyamuk aedes aegypti.

Sementara itu Dede Endang Ridwan (52) dan anaknya, Muhamad Rifki (13) sudah empat hari mendapat perawatan intensif di RSUD Cikalongwetan. Warga Kampung Sirnaraja RT 04/12, Desa Mandalasari, Kecamatan Cikalongwetan ini positif terkena DBD. 

Baca Juga : Cegah DBD, Budayakanlah PSN!

"Pertama sakit suami yang merasakan gejala panas dan keesokan harinya anak saya Rifki yang mengalami gejala serupa. Khawatir terjadi apa-apa saya bawa ke rumah sakit dan memang positif DBD," kata sang istri, Repi.

Dia yang tinggal bertiga bersama suami dan anak bungsunya itu, terpaksa selama menunggu di rumah sakit harus berpindah-pindah ruangan. Terkadang menunggu suaminya yang dirawat di bangsal dewasa dan anaknya di ruang rawat anak. Meski panas suami dan anaknya sudah mulai turun, namun dirinya masih mencemaskan kondisi trombosit keduanya yang masih rendah. 

"Saya berharap Dinas Kesehatan segera melaksanakan fogging atau pengasapan, ini untuk mencegah penyebaran penyakit DBD," pungkasnya.

Baca Lainnya