Limawaktu.id - Aktifitas pergerakan tanah di Kampung Cikacang, RT 01/02, Desa Kidangpananjung, Kecamatan Cililin, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menyebabkan dua unit rumah mengalami kerusakan yang cukup parah.
Rumah yang diketahui milik Obeng yang dihuni 2 jiwa dan Usep yang dihuni 3 jiwa itu mengalami kerusakan pada bagian dinding hingga lantai rumah. Akibatnya, dua keluarga itu terpaksa mengungsi ke rumah kerabatnya.
Kepala Pelaksana Badan Penangguulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat, Duddy Prabowo mengungkapkan, bencana pergerakan tanah itu terjadi pada Rabu (1/4/2020) sekitar pukul 05.00 WIB.
"2 unit rumah mengalami kerusakan yang cukup signifikan. Sementara mengungsi ke rumah kerabatnya," terang Duddy saat dihubungi, Kamis (2/4/2020).
Tak hanya merusak dua rumah, pergerakan tanah itu juga mengancam 13 rumah warga yang dihuni 38 jiwa. Sebab, retakan tanah sudah terlihat di wilayah tersebut.
"Yang terancam itu ada 13 rumah warga. Menurut keterangan warga, tanah masih bergerak. Untuk korban tidak ada," ujarnya.
Berdasarkan hasil assesment sementara, jelas Duddy, pergerakan tanah itu kemungkinan dipicu oleh tanah yang labil, kemiringan tanah serta intensitas hujan yang tinggi dalam dua hari terakhir ini.
"Kita mengimbau warga agar tetap waspada. Apalagi kalau turun hujan," imbuhnya.
Berikut data rumah warga terancam akibat pergerakan tanah.
1.Mak Otih (1 jiwa)
2. Dedi (5 jiwa)
3. Gagan (3 jiwa)
4. Salim (2 jiwa)
5. Dadang (3 jiwa)
6. Amin (4 jiwa)
7. Aceng (3 jiwa)
8. Ayep (5 jiwa)
9. Ugan (2 jiwa)
10. Cecep (3 jiwa)
11. Ajid (3 jiwa)
12 Amas (3 jiwa)
13. Mak Esih (1 jiwa).