Senin, 5 Juli 2021 16:40

Cimahi Kekurangan Nakes Pemantau Isolasi Mandiri

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Kota Cimahi mengalami kekurangan tenaga kesehatan (Nakes) yang bertugas melakukan pemantaun kepada warga yang sedang melaksanakan Isolasi mandiri. Hal itu terungkap saat audensi Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Cimahi dengan Komisi III DPRD Kota Cimahi, pada Senin (5/7/2021).

Menurut Ketua MUI Kota Cimahi KH Alan Nur Rudwan, setelah dilakukan pertemuan anggota fatwa MUI Kota Cimahi terkait dengan penanganan Covid-19 di Kota Cimahi, banyak masukan dari masyarakat kepada MUI Kota Cimahi dalam penanganan warga yang sedang isolasi mandiri, termasuk soal ketakutan masyarakat yang enggan memberikan pertolongan saat adanya kejadian kecelakaan yang menimpa warga, karena merasa takut jika yang mengalami kecelakaan atau musibah itu terpapar Covid-19.

“Banyak warga yang takut misalnya ketika ada yang pingsan di jalan karena dikhawatirkan positif Covid-19, “ jelasnya, usai audensi dengan Komisi III DPRD Kota Cimahi.

Pihaknya meminta kepada Pemkot Cimahi agar ada legalitas kepada warga yang ditunjuk untuk melakukan pertolongan saat ada kejadian seperti itu, termasuk dalam melakukan pemantauan kepada warga yang sedang isolasi mandiri.

Asisten Adminsitrasi dan Umum Pemkot Cimahi Tata Wikanta mengakui, saat ini Pemkot Cimahi mengalami kekurangan tenaga kesehatan yang ditugaskan melakukan pemantauan bagi warga yang  isolasi  mandiri.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihaknya akan menggandeng perguruan tinggi agar bisa melibatkan mahasiswa yang mumpuni dibidang keseahatan untuk menjadi relawan yang malaksanakan tugas pemantauan kepada warga yang sedang isolasi mandiri.

“Tidak semua Satgas Kelurahan yang memiliki pengetahuan soal kesehatan, karenanya kita akan melibatkan para mahasiswa untuk menangani persoalan ini,” terangnya.

 

 

 

Baca Lainnya

Topik Populer