Limawaktu.id - Banjir bandang yang menerjang sejumlah lokasi pada Selasa (31/12/2019) di Kabupaten Bandung Barat menyisakan trauma mendalam bagi para korban.
Salah satunya yang dialami Aisyah (49), warga Kampung Pajagalan RT 05/02, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Padalarang. Rumahnya rusak berat saat air menerjang pada sore itu.
Bukan hanya rumah yang terdampak hingga dindingnya jebol, namun dua anaknya yang merupakan penyandang disabilitas turut terendam banjir. Selain tentunya harta benda miliknya yang juga ikut tenggelam.
"Saya gak mau tinggal di sini, takut! Apalagi tanggul belum benar-benar diperbaiki, takut airnya masuk lagi ke dalam rumah," ungkap Aisah saat ditemui, Selasa (7/1/2019).
Saat banjir melanda, Aisyah bersama dua anaknya berada di rumah. Secara tiba-tiba, air masuk ke dalam rumah hingga membuat dinding rumahnya jebol. Sementara anak pertamanya yang berusia 30 tahun yang menderita Hidrosefalus serta anak bungsunya yang berusia 11 tahun dan menderita epilepsi serta tuna wicara tersebut, sudah dalam keadaan terendam banjir.
"Saya panik, anak sudah terendam sepinggang. Saya minta tolong tetangga untuk membawa anak saya ke atas. Sambil hujan-hujanan saya bawa anak saya ke atas, ditolong tetangga dan adik saya," ungkapnya.
Dengan kondisi rumah yang rusak berat serta trauma, dia mengungkapkan, untuk sementara tinggal bersama orang tuanya sampai keadaan benar-benar aman.
"Saya tinggal di rumah bapak di atas. Saya masih trauma, ngungsi di atas juga saya itu gak bisa tidur," ucapnya.
Berbagai bantuan sudah diterimanya akan tetapi, dirinya masih membutuhkan beberapa bantuan lainnya seperti perbaikan rumah dan kasur untuk tidur kedua anaknya yang disabelitas.
"Ada bantuan sembako tapi saya masih perlu kasur karena anak yang ketiga itu tidak bisa apa-apa. Sama ini, perbaikan rumah tapi belum dapat kabar, apa ada bantuan untuk perbaikan rumah," tukasnya.