Cegah Gesekan Antaretnis, ini yang Dilakukan FPK Cimahi
Cegah Gesekan Antaretnis, ini yang Dilakukan FPK Cimahi [Fery Bangkit]
News

Cegah Gesekan Antaretnis, ini yang Dilakukan FPK Cimahi

Limawaktu.id - Forum Pembaruan Kebangsaan (FPK) Kota Cimahi mengajak semua masyarakat lintas etnis untuk saling menjaga keharmonisan dan tidak mudah terpengaruh oleh isu bohong atau hoax. Ajakan itu mengemuka dalam acara 'Silaturahmi Lintas Etnis se-Kota Cimahi dalam FPK yang digelar di Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Senin (30/9/2019).

"Kita punya tugas menjaga keharmonisan, kerukunan serta keutuhan berbagai etnis. Kita minta seluruh masyarakat juga bekerja bersama mendukung kesatuan dan persatuan," imbuh Pelaksana Tugas (Plt) FPK Kota Cimahi, Krissono.

Foto Istimewa

Dikatakan Krissono, jumlah etnis yang terdata di Kota Cimahi ada 27 bahkan mungkin lebih. Etnis yang berada di Kota Cimahi di antaranya Sunda, Jawa, Nusa Tenggara Timur (NTT), Maluku, Bali, Lombok, Papua, Nias, Minang, Aceh, Sumbawa, Madura dan sebagainya.

Dengan etnis yang cukup banyak, kata dia, maka kota dengan tiga kecamatan dan 15 kelurahan ini kerap disebut miniaturnya Indonesia. "Di Kota Cimahi sangat banyak (etnis). Boleh dibilang truli-nya Indonesia itu ada di sini," kata Krissono.

Ia melanjutkan, hubungan lintas etnis di Kota Cimahi sejauh ini masih terbilang harmonis. Namun, meski begitu tetap harus waspada khususnya dengan ancaman informasi hoax yang dapat merusak keharmonisan di Kota Cimahi.

"Sejauh ini Cimahi baik-baik saja. Jangan merasa aman, ini justru harus kita jaga. Kalau tidak, musuh datang tanpa permisi, tau-tau masuk hoax," tegasnya. Langkah untuk menjaga keharmonisan itu, termasuk untuk mencegah gesekan antarsuku atau etnis, salah satunya dengan silaturahmi. Tujuannya, untuk menjaga hubungan antar etnis agar tetap harmoni.

"Kuncinya silaturahmi. Jadi saling mengenal, saling menghargai. Akhirnya bisa akrab dan hidup dalam keharmonisan," tandasnya. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat pada Setda Kota Cimahi, Mardi Santoso menguatkan, kegiatan ini sebagai bentuk silaturahmi dan komunikasi antaretnis yang menjadi upaya FPK Kota Cimahi untuk menjaga ketentraman yang sudah terjaga di Cimahi.

"Kita lihat kejadian di beberapa daerah. Jangan sampai terjadi di Cimahi. Mudah-mudahan dengan silatruhami dengan kebersamaan semua etnis yang ada di Cimahi, kita jadikan sebagai kota yang tentram," katanya.

Baca Lainnya