Jumat, 25 Januari 2019 18:09

Cegah DBD, Budayakanlah PSN!

Reporter : Fery Bangkit 
Pelaksanaan fogging di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jum'at (25/1/2019).
Pelaksanaan fogging di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jum'at (25/1/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna meminta warga untuk membudayakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Selain tentunya dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Cimahi.

Sebab, PSN yang meliputi 3M plus dinilai lebih efektif untuk mencegah penyebaran kasus Demam Berdarah Dangue (DBD). Pertama, menguras atau membersihkan tempat yang sering dijadikan untuk menampung air seperti bak mandi, ember air dan lain-lain. Kemudian, menutup rapat tempat-tempat penampungan air seperti drum, kendi toren dan lain-lain.

Baca Juga : Innalilahi, DBD Renggut Nyawa Bocah 5 Tahun Asal Cimahi

"Kemudian, memanfaatkan mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi jadi tempat perkembangbiakan nyamuk penular DBD," imbuh Ajay saat ditemui disela-sela pelaksanaan fogging di Kelurahan Karangmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi, Jum'at (25/1/2019).

Lalu yang disebut plusnya adalah segala bentuk pencegahan seperti penggunaan obat nyamuk, memelihara ikan cupang, menaburkan bubuk abate pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan kelambu saat tidur dan lain-lain.

Baca Juga : Tahukah Kamu Jika Ikan Cupang Bisa Cegah DBD? Ini Jawabannya

Selain itu, upaya preventif lainnya dari Dinas Kesehatan Kota Cimahi dalam mencegah DBD ialah dengan fogging ke rumah-rumah warga. Meski tak membunuh nyamuk Aedes Aegypti seutuhnya, namun dengan fogging setidaknya bisa meminimalisir tertularnya virus DBD.

"Fogging juga salah satu upaya untuk penyebaran yang lebih luas DBD ini," tandasnya.

Baca Juga : Hati-hati!25% Jentik Nyamuk DBD Bisa Tumbuh pada Dispenser dan Talang Air di Rumah

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Pratiwi menyatakan, kasus DBD di Kota Cimahi sudah mencapai status waspada. Pasalnya, hingga saat ini sudah ada 119 kasus DBD, satu di antaranya meninggal dunia.

"Kita daerah endemis, tiap tahun ada yang kena DBD. Kita harus adaptasi, kita harus waspada," ujarnya.

Baca Lainnya