Limawaktu.id - Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) Kota Cimahi mengungkapkan, untuk membenahi total drainase di Kota Cimahi setidaknya membutuhkan anggaran hingga Rp 1,9 triliun. Nilai itu berdasarkan hasil kajian review masterplan drainase Kota Cimahi yang dilakukan oleh konsultan sepanjang tahun 2018. Namun, nilai itu tidak untuk membenahi drainase dalam waktu dekat melainkan untuk 20 tahun ke depan.
Kepala Seksi Drainase pada DPKP Kota Cimahi, Sambas Subagja mengungapkan, dalam kajian serupa yang pernah dilakukan tahun 2011, nilai yang muncul untuk membenahi drainase kota hanya pada angka Rp 500 miliar. "Untuk menata drainse se-Kota Cimahi itu kurang lebih Rp 500 miliar, kemarin naik 3 (tiga) kali lipat hampir Rp 1,9 triliun," ungkap Sambas saat ditemui di Pemkot Cimahi, Jalan Rd. Hardjakusumah, Rabu (16/10/2019).
Untuk memenuhi kebutuhan anggaran sebesar itu, ada berbagai sumber yang akan diandalkan. Seperti dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Cimahi, APBD Provinsi Jawa Barat, hingga APB Nasional. "Dan sumber lainnya," ucapnya.
DPKP Kota Cimahi sendiri memiliki tugas untuk mengelola drainase permukiman termasuk drainase primer seperti sungai-sungai kota, irigasi dan embung atau kolam retensi. Dikatakan Sambas, naiknya nilai pembenahan drainase kota sangatlah wajar. Sebab dalam proses review hasil kajian, konsultan memasukan biaya untuk pembebasan lahan sebagai salah satu upaya pembenahan dalam 20 tahun ke depan.
"Pembiyaan sudah dihitung termasuk pembebasan lahan. Kalau di matserplan 2011 belum kita masukan pembebasan lahan," jelas Sambas. Seperti diketahui, dalam hasil review kajian masterplan terbaru itu, yang harus dilakukan DPKP Kota Cimahi untuk membenahi drainase kota adalah pelebaran sejumlah sungai. Khususnya yang sungai pada bagian hilir yang berbatasan dengan Kabupaten Bandung.
Selain untuk pelebaran sungai-sungai, muncul juga rencana untuk membuat 17 titik kolam retensi atau disebut embung. Namun, untuk merealisasikan rencana tersebut hingga 20 tahun ke depan, tentunya butuh pembebasan lahan mengingat kondisi Kota Cimahi yang hampir penuh oleh pemukiman.
"Karena mau tidak mau kajiannya seperti itu. Kita harus melebarkkan sungai, hasus membebaskan tanah untuk membuat kolam karena kondisi Cimahi yang sudah sedemikian pesat pertumbuhan penduduknya," terangnya.