Bupati Pangandaran Citra Piriyami memeriahkan Fesyival Nampaling di Suasana Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran, Sabtu, 20 September 2025.
Bupati Pangandaran Citra Piriyami turun ke sawah memeriahkan Fesyival Nampaling di Suasana Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, Pangandaran, Sabtu, 20 September 2025. [instagram@citrapitriyami1207]
News

Bupati Pangandaran Citra Pitriyami Berburu ‘Simeut’ di Festival Nampaling

Limawaktu.id, Pangandaran – Mungkin tidak semua orang tahu dengan yang namanya Nampaling. Sebuah alat yang digunakan oleh masyarakat Kabupaten Pangandaran untuk menangkap ‘Simeut’ atau dalam Bahasa Indonesia, belalang, usai melaksanakan panen di sawah.

Pada Sabtu, 20 September 2025 ini, Suasana Desa Cikalong, Kecamatan Sidamulih, berubah riuh dengan dentuman gondang dan sorak gembira warga. Pasalnya, Bupati Pangandaran Citra Pitriyami pun  ikut larut dalam kemeriahan Festival Nampaling, tradisi turun-temurun yang telah hidup selama sekitar 400 tahun.

“ Festival Nampaling menjadi momen kebersamaan warga untuk menangkap simeut atau belalang di area sawah pascapanen. Dengan nampaling alat penangkap belalang berbentuk Corong Bambu warga bekerja sama secara gotong royong, menjadikan kegiatan ini bukan sekadar berburu belalang, tetapi juga simbol persatuan dan kearifan lokal,” ungkap Citra Pitriyami, di akun instagramnya.

Menurut Citra, Nampaling adalah tradisi unik ketika warga secara gotong royong menangkap simeut di area sawah setelah panen. Festival ini adalah warisan budaya yang layak dibanggakan.

Nampaling adalah tradisi unik, ketika warga secara gotong royong menangkap simeut atau belalang di area sawah setelah masa panen. Sebuah kearifan lokal yang masih terjaga, diwariskan lintas generasi, dan menjadi identitas budaya masyarakat Pangandaran.

“Festival Nampaling bukan hanya tradisi, tetapi identitas budaya masyarakat Pangandaran. Mari kita kenali, cintai, dan lestarikan kekayaan budaya daerah agar tetap hidup di tengah arus modernisasi,” kata Citra.

Baca Lainnya