Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail
Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail [instagram@prokompim_kbb]
News

Bupati Bandung Barat Hentikan Dapur MBG di Panyandaan Cisarua

Limawaktu.id, Bandung Barat – Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengungkapkan, pihaknya akan melakukan evaluasi pelaksanaan Makan Bergizi Gratis di Kabupaten Bandung Barat. Pasalnya, hingga hari ini sudah ada empat kasus keracunan siswa usai menyantap menu MBG di beberapa Kecamatan.

Kepada awak media, Jeje mengungkapkan, akan menghentikan operasional dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Panyandaan di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), karena diduga menjadi sumber keracunan massal setelah menyiapkan dan mendistribusikan menu MBG kepada siswa sejumlah sekolah di wilayah Cisarua pada Selasa (14/10/2025).

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dapur MBG milik SPPG Panyandaan,dan untuk sementara dihentikan dulu,  “ ungkap Jeje, Rabu, 15 Oktober 2025.

Menurut dia, kasus keracunan MBG di Kecamatan Cisarua ini merupakan kejadian keempat setelah tiga kasus serupa terjadi sebelumnya, dua di Kecamatan Cipongkor dan satu di Kecamatan Cihampelas.

“Program ini sebenarnya sangat baik, tapi kalau tidak dievaluasi dengan tepat, kejadian seperti ini bisa terulang lagi,” kata Jeje.

Diberitakan sebelumnya, Puluhan Siswa SMP Negeri 1 Cisarua Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengalami mual, pusing dan muntah usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolahnya, Selasa, 14 Oktober 2025.

Gejala tersebut dirasakan para siswa usai dua jam setelah menyantap menu MBG pada jam istirahat pertama pukul 09.30. Melihat puluhan siswa yang mual-mual para guru dan petugas sekolah langsung memberikan pertolongan pertama sebelum tenaga medis dari Puskesmas Cisarua datang ke lokasi.

Kepala  SMPN 1 Cisarua, Agus Solihin, membenarkan adanya dugaan keracunan massal tersebut. Menurutnya, total 57 siswa mengalami gejala serupa.

“Yang dibawa ke dokter ada sekitar 27 orang, sedangkan yang ditangani langsung di sekolah sekitar 30 siswa. Gejalanya rata-rata mual, pusing, hingga muntah,” terang  Agus.

Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, pihak sekolah melakukan langkah antisipatif dengan memberikan air kelapa muda kepada siswa yang mengalami gejala ringan sambil menunggu tim medis datang.

“Menu MBG hari ini ada ayam, sayur, dan buah melon,” sebut Agus.

Salah satu siswa menyebut gejala muncul setelah mengonsumsi ayam kecap, sayur, dan melon.

“Setelah makan, kepala mulai pusing dan mual,” ujarnya dengan wajah pucat.

Beberapa siswa lain merasakan hal serupa, terutama setelah makan buah melon. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil pemeriksaan dari Puskesmas dan Dinas Kesehatan KBB.

Melihat banyak siswa tumbang secara bersamaan, petugas TNI dan Polri ikut membantu evakuasi korban ke Puskesmas dan mengatur lalu lintas di depan sekolah yang sempat macet akibat kepanikan orang tua. Suasana sekolah berubah tegang, beberapa orang tua terlihat menangis menunggu kabar anaknya.

Setelah tiba di lokasi, petugas Dinas Kesehatan KBB  menurunkan tim untuk mengambil sampel makanan MBG dan melakukan uji laboratorium.

“Hasil uji laboratorium akan segera kami sampaikan,” ujar petugas Dinkes di lapangan.

Baca Lainnya