Polisi dan Warga Saat Membuka Saluran Air Bersih Dengan Perlatan Seadanya
Polisi dan Warga Saat Membuka Saluran Air Bersih Dengan Perlatan Seadanya [Fery Bangkit]
News

Buka Akses Air, Polisi dan Masyarakat Rela 'Nyemplung' di Lumpur Sedalam 3 Meter

Limawaktu.id - Sekitar 350 orang dilibatkan untuk membersihkan lumpur yang menimbun sawah dan jalan setapak di Kampung Hegarmanah, Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat (KBB) pada Rabu (11/12/2019).

Seperti diketahui, bencana longsor tebing terjadi pada Jumat (6/12/2019). Longsoran tanah itu menutupi sawah warga yang siap dipanen dan jalan setapak yang dijadikan akses alternatif yang menghubungan warga Kampung Hegarmanah dengan Kampung Lembur Awi.

Berdasarkan pantauan, personel dari kepolisian, TNI, pemerintah desa dan masyarakat mencoba membuka saluran air. Proses pembukaan jalur menggunakan alat seadanya, yakni menggunakan cangkul, pompa air dan sebagainya.

TNI dan Polri Berserta masyarakat mencoba membuka saluran air. Proses pembukaan jalur menggunakan alat seadanya, yakni menggunakan cangkul, pompa air dan sebagainya.

Personel gabungan dan masyarakat mengalami kesulitan memasuki area kubangan lumpur mengingat kedalamannya diperkirakan mencapai 3 meter. Ditambah lagi lumpurnya masih bercampur air sehingga ketika diinjak akan terperosok ke dalam kubangan lumpur.

Kapolres Cimahi, AKBP M Yoris Maulana Yusuf Marzuki mengatakan, kegiatan gotong royong ini dilakukan untuk membantu masyarakat untuk membuka aliran air, dengan harapan lumpur perlahan bisa terbawa oleh air.

"Kita bantu masyarkat buka saluran air Supaya rumput cepat mengering (terbawa air)," katanya saat ditemui di lokasi.

Rencananya, proses penanganan lumpur ini selama tiga hari ke depan agar akses dan kegiatan warga bisa kembali pulih seperti sebelum terjadinya longsor. "Kalau jalan tidak terlalu berpengaruh, ada jalan lain tapi agak menyita waktu sedikit," katanya.

Dalam kesempatan ini, Polres Cimahi juga menerjunkan bantuan berupa pembuatan posko bantuan, mie instan, beras, makanan dan minuman hingga dokter polisi dan obat-obatan gratis.

Kepala Desa Cilangari, Sabana mengatakan, hingga kini pihaknya belum mengetahui data detail para pemilik sawah yang terdampak kerugian akibat terendam lumpur itu. Pihaknya masih melakukan pendataan terhadap para pemilik.

"Ada 20 hektaer sawah, dari atas sampah bawah yang terdampak. Untuk saat ini masih didata punya siapa saja sawahnya," ujarnya.

Abdul Gafur Ruhyana (45), salah seorang warga mengapresiasi atas bantuan yang diberikan dari pihak kepolisian. Kegiatan gotong royong ini menurutnya semakin menguatkan kepedulian Polri terhadap kegiatan sosial.

"Allhamdulilah bantuan dari Polres sudah hadir seperti mie instan, beras dan minuman. Sekarang juga sedang membantu membuka jalan untuk aliran sungai," katanya.

Ia berharap, bantuan baru Dari berbagai pihak khususnya dari Pemkab Bandung Barat segera mengulurkan bantuannya. Khususnya bagi petani yang terdampak kerugian dari dampak longsor tersebut.

Baca Lainnya