Limawaktu.id - Warga RW 02 Kelurahan Melong Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi mengaku bosan mendengar janji pemerintah untuk mengentaskan banjir langganan di wilayahnya disaat musim hujan. Seperti diketahui, RW 02 merupakan wilayah yang selalu terdampak banjir disaat musim hujan. Banjir itu merupakan air kiriman dari wilayah hulu ditambah tidak maksimalnya fungsi saluran air di hilir.
"Udah bosan banjir terus sebenarnya, tapi ya mau gimana lagi," kata Jaja Supriatna (58), warga Kampung Sukamulya RT 02/02 Kelurahan Melong saat ditemui Rabu (2/10/2019). Ia sudah tinggal di wilayah tersebut sejak tahun sejak lama. Namun dampak banjir mulai membesar sekitar tahun 2013 dan bertahan sampai sekarang saat dimusim hujan. "Rumah saya biasanya banjir sampai 1,5 meter," tuturnya.
Pemkot Cimahi era Ajay Muhammad Priatna-Ngatiyana memiliki janji untuk menuntaskan banjir melong. Pengentasan banjir sendiri masuk dalam janji politik keduanya saat kampanye dan jadi program prioritas. Namun menurut Jaja, janji itu memang sempat ia dengar saat kampanye Pilkada Kota Cimahi dari Ajay-Ngatiyana. "Wacana doang, ke sini cuman liat doang. Pas udah jadi mah gak pernah liat lagi batang hidungnya," ujar Jaja.
Sebab bosan hidup dalam ancaman banjir setiap hujan, ia mengaku sebetulnya ingin pindah dari wilayah tersebut sejak lama. Bahkan ingin menjual rumahnya, namun belum ada kecocokan dengan harga. "Mau pindah kalau kejual rumah. Tapi susah juga dijualnya, mungkin udah tau juga suka banjir," pungkasnya.
Mendekati musim hujan ini, warga Melong sepertinya harus bersiap kembali dengan situasi serupa seperti tahun-tahun sebelumnya mengingat sampai saat ini belum ada penanganan menyeluruh dari pemerintah.