Rabu, 24 Januari 2024 17:50

Bertemu Wapres, Pakar Filologi Usulkan Pembangunan Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id, Jakarta  – Pakar Filologi yang tergabung dalam Tim Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani mendatangi kediaman resmi Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, untuk mengusulkan dibangunnya  Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani, di kawasan Universitas Syekh Nawawi Tanara, Banten.

Para Pakar Filologi yang dipimpin oleh Oman Fathurrahman, Guru Besar Filologi Universitas Islam Negeri Jakarta yang juga Penasihat Masyarakat Pernaskahan Nusantara ini mengungkapkan, Universitas Syekh Nawawi Banten ini perlu memiliki distingsi (pembeda), perlu memiliki kekhasan yang membedakan dengan universitas-universitas yang sudah ada supaya kemanfaatannya lebih luas.

“Salah satu yang kita usulkan itu adalah dengan adanya museum. Mungkin namanya bisa nanti kita diskusikan, tapi semacam museum literasi Syekh Nawawi,”terang Oman, usai bertemu dengan Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin, di Kediaman Resmi Wapres, Jl. Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Rabu (24/01/2024).

 Dia menjelaskan, nantinya, museum ini akan mengusung tiga unsur penting yang akan menjadi ciri khas dari Universitas Syekh Nawawi Banten.

“Bukan hanya tentang Syekh Nawawi saja, tetapi penciri ini dihubungkan dengan konteks besarnya yaitu Banten Islam, sejak abad ke-16 khususnya, dan juga tentang pelembagaan lembaga pendidikan Islam di Indonesia abad ke-19 yaitu pesantren. Jadi ada 3 lokus yang akan menjadi penciri yang mendukung ekosistem perguruan tinggi ini yaitu, tentang Syekh Nawawi, tentang Banten Islam, dan tentang pesantren,” jelasnya.

Dikatakannya, melalui kehadiran museum literasi ini publik dapat merasakan manfaatnya tentang sejarah, perkembangan, dan karya-karya Syekh Nawawi yang sejak dulu telah banyak menjadi referensi di seluruh dunia. Untuk itu, ia dan tim akan merancang sebaik mungkin pembangunan dan pengoperasian museum nantinya, yang akan memanfaatkan perkembangan teknologi sebaik-baiknya.

“Ini konsepnya akan betul-betul disajikan, dikolaborasikan, dengan konteks kekinian. Kita akan memanfaatkan teknologi digital, kita akan memanfaatkan bahkan virtual reality, supaya museum bukan lagi sesuatu yang asing bagi publik, khususnya bagi generasi milenial. Tetapi sesuatu yang mengasyikkan. Kita bentuk ekosistemnya. Secara ekonomi juga bisa hidup di situ supaya kemanfaatannya itu juga lebih luas,” katanya.

Menurutnya, hal tersebut mendapatkan respon baik  dari Wapres. Melalui pembangunan museum literasi ini, Wapres berharap dapat menjadi gerbang pembuka pengetahuan bagi generasi muda untuk mengetahui ajaran-ajaran Syekh Nawawi di bidang keIslaman dan dalam pembentukan peradaban yang diharapkan dapat terus di dalami dan diaplikasikan sesuai dengan perkembangan zaman yang terjadi ke depan.

“Alhamdulillah Pak Wapres merespon dengan sangat antusias. Yang awalnya mungkin tadinya itu rencananya museumnya akan kecil, tetapi Beliau menyarankan kepada kita semuanya supaya lebih luas lagi, supaya memang terwujud cita-cita besarnya,” pungkas Oman.

 Selain Oman Fathurrahman, hadir dalam kesempatan ini diantaranya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kelembagaan UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten yang juga merupakan seorang sejarawan Banten Mufti Ali, serta jajaran Tim Museum Literasi Syekh Nawawi Al-Bantani diantaranya Siti Haniatunnisa, Muhammad Zainal Arifin, Jamhari, dan Fadli Husnurrahman.

Sementara Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wapres Ahmad Erani Yustika, Staf Khusus Wapres Bidang Komunikasi dan Informasi Masduki Baidlowi, Staf Khusus Wapres Bidang Reformasi Birokrasi M. Nasir, dan Staf Khusus Wapres Bidang Politik dan Hubungan Kelembagaan Robikin Emhas. (*)

Baca Lainnya