limawaktu.id- Pandemik Covid-19 yang masih terjadi saat ini mengakibatkan interaksi masyarakat menjadi dibatasi, termasuk kegiatan belajar mengajar di sekolah, sehingga semua sekolah dan lembaga pendidikan lain melakukan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) secara daring.
Sejak tanggal 16 Maret, seluruh siswa telah melakukan KBM dari rumah. Menurut Guru SD Tulus Kartika Kota Bandung, Handiani Putri, KBM secara daring kurang efektif.
"Sebenarnya kurang efektif, kadang tergantung anaknya juga. Mereka juga "moody". Ada anak yang mengeluh dia tidak mau belajar karena bosen liat HP atau laptop terus," katanya, Rabu (28/4/2020).
Menurutnya, kondisi tersebut mengharuskan guru menunggu suasana hati anak didiknya dalam suasana baik dan semangat belajar. Karena anak-anak akan cepat bosan belajar secara daring tanpa ada interaksi langsung.
"Mulai belajarnya pukul 08.00 WIB, tapi untuk penugasan berbeda. Ada tugas yang diberikan, nah itu bisa sampai malam pengumpulannya tergantung dari orang tua," katanya.
Ada siswa yang tidak memegang HP maupun laptop, sehingga mereka menunggu orang tuanya yang masih bekerja. "Jadi mereka menunggu dulu orang tuanya pulang. Bahkan ada yang baru ngasih tugas pukul 22.00 WIB dan 24.00 WIB," ungkapnya.
Handiani yang mengajar Kelas 1 SD ini mengatakan, masalah HP menjadi kendala dirinya mengajar. Sebab siswa kelas 1 memang tidak diperbolehkan memegang HP sendiri.
"Saya pribadi tidak mengejar materi yang ada di buku. Karena kalau seperti itu orang tua nanti yang kewalahan. Kita tidak mau sampai membebani orang tua dalam pembelajaran online ini," katanya.
Handiani merasa beruntung karena KBM daring bisa berjalan dengan baik. Sebab anak didiknya tidak memilki keterbatasan dalam akses internet karena muridnya berada di perkotaan.
"Orang tua sudah terbiasa menggunakan laptopnya jadi tidak ada halangan. Para guru juga mendapat bantuan dari Sekolah untuk urusan kuota internetnya, jadi tidak ada masalah," ucapnya.