Limawaktu.id,- Mendorong seseorang untuk duduk menjadi anggota legislative bukan urusan yang mudah, karena perlu strategi yang harus dilakukan agar calon yang didukung bisa lolos ke kursi parlemen. “Ada perbedaan antara Pileg yang sudah-sudah dengan Pileg 2019, sehingga perlu persiapan yang matang dalam segala hal,” ungkap Koordinator Tim Sahabat Asep Rukmansyah (Sabar) Asep Suhaya, saat ditanya strategi yang diterapkan hingga Asep Rukmansyah bisa melenggang ke kursi DPRD Kota Cimahi, Senin (2/9).
Menurutnya, selain caleg yang didukung harus layak jual, tim yang ikut mendukung juga harus layak jual dimasyarakatnya. Karenanya, pihaknya tak sembarangan merekrut tim untuk memenangkan Asep Rukmansyah di Pileg 2019 lalu. “Kita melakukan pemilihan secara ketat kepada tim yang akan ikut membantu, apakah mereka dipercaya oleh masyarakat disekitarnya atau tidak. Jangan sampai mereka hanya ‘ngarit’,” jelasnya.
Dikatakan Suhaya, selain layak jual, Asep Rukmansyah juga sudah aktif diberbagai kegiatan kemasyarakatan, sehingga Tim Sabar optimis bisa meloloskan caleg yang diusungnya ke gedung DPRD Kota Cimahi.“Alhamdulillah pak Asep bisa terpilih menjadi salah satu anggota DPRD Kota Cimahi periode 2019-2024,” paparnya.
Sementara, Anggota DPRD Kota Cimahi terpilih H. Asep Rukmansyah SE mengatakan, terpilihnya dia sebagai anggota DPRD menjadi beban yang lebih berat, karena harus memperjuangkan aspirasi masyarakat di Kota Cimahi.
“Jika sebelum jadi dewan saya sebagai Ketua RW 02 Kelurahan Cibabat hanya memikirkan satu RW, setelah terpilih jadi dewan tentu harus memperjuangkan keinginan masyarakat di 3 kecamatan dan 15 kelurahan,” katanya.
Dia melanjutkan, atas dorongn dari warga, sebelum Pemilu Legislatif 2019 dirinya diminta untuk maju sebagai anggota DPRD Kota Cimahi melalui Partai Golongan Karya. Karena dorongan itulahdibantu berbagai pihak dan Tim Sabar dia memutuskan untuk maju sebagai anggota DPRD Kota Cimahi. Berbekal aktivitasnya di LSM Fopdar, Pemuda Pancasila dan Gapeknas, akhirnya keinginan warga tersebut dia realisasikan.
“Sebelumnya saya hanya memperjuangkan komunitas tertentu saja, kini setelah menjadi dewan ada beban yang lebih luas lagi. Selain harus memperjuangkan aspirrasi sesuai dengan fungsi dewan, saya akan memperjuangkan agar dana APBD bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Cimahi,” tutupnya.