Menristekdikti Mohamad Nasir
Menristekdikti Mohamad Nasir [Fery Bangkit]
News

Beda Sikap Soal Aksi Mahasiswa, Menteri Era jokowi Bilang Begini, Politisi PKS KBB:Ya, Welcome!

Limawaktu.id - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir meminta mahasiswa yang menggelar aksi demo agar bisa menahan diri dan kembali ke kampus masing-masing. Hal itu diucapkannya menanggapi gelombang aksi mahasiswa yang memprotes revisi Undang-undang (UU) KPK dan rancangan revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

"Rektor saya arahkan mahasiswa kembali ke kampus, kita ajak dialog," ujarnya kepada wartawan saat ditemui di acara peresmian Techno Park Kota Cimahi, Selasa (24/9/2019). Ia menegaskan tidak alergi terhadap demonstrasi. Namun, lebih mendorong agar dilakukan dialog. Sebab mahasiswa merupakan calon intelektual masa depan dan tumpuan bangsa yang harus dijaga dengan baik.

"Bukan segala sesuatunya black and white. Dialog perlu, kalau tidak sesuai ada media lain katakan ke mahkamah konstitusi," ujarnya. Hal berbeda justru dikatakan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bandung Barat periode 2019-2024, Rismanto. Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi (Stikom) Bandung itu mendukung gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa.

"Pertama, saya sangat mengapresiasi langkah mahasiswa untuk menyuarakan kepentingan masyarakat sesuai dengan hati nuraninya, sepanjang, satu, tidak anarkis. Kedua, murni kepentingan mahasiswa, tidak ada yang menunggangi," kata Rismanto, seusai dilantik menjadi Ketua DPRD Bandung Barat periode 2019-2024, di Hotel Novena, Lembang, Selasa, 24 September 2019.

Menurutnya, pada prinsipnya setiap warga negara memiliki kemerdekaan dalam menyampaikan pendapat di muka umum, termasuk. Oleh karena itu, dia memandang bahwa demonstrasi mahasiswa di berbagai daerah, termasuk di Bandung, merupakan suatu hal yang sah untuk dilakukan.

"Saya juga pernah jadi mahasiswa, saya pernah demo, bahkan saya menginap. Itu prinsipnya. Sepanjang murni suara mahasiswa, tidak ada kepentingan yang lain, tidak anarkis, ya welcome," kata politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.

Kendati demikian, dukungan Rismanto terhadap aksi mahasiswa tersebut tidak menunjukkan keberpihakannya kepada tuntutan yang disuarakan oleh mahasiswa. Dia pun menolak berkomentar lebih lanjut mengenai isu yang diangkat dalam unjuk rasa mahasiswa.

"Wah, ini sudah masuk substansi. Itu ranahnya di wilayah pusat, saya belum berani komentar dengan detail tuntutannya. Namun, dalam gerakan mahasiswanya, ada dua syarat itu tadi, saya mendukung," ucapnya.

Gelombang aksi mahasiswa terjadi serentak di berbagai daerah sejak Senin, 23 September 2019, dan terus berlanjut hingga Selasa ini. Unjuk rasa ribuan mahasiswa di Kantor DPRD Provinsi Jawa Barat, Jalan Diponegoro, Kota Bandung pada Senin malam bahkan berakhir ricuh. Puluhan mahasiswa dan aparat dilaporkan terluka dalam bentrokan itu.

Baca Lainnya