Kamis, 24 Januari 2019 16:20

Beda Kasus DBD Januari 2018 dengan Januari 2019 di Cimahi

Reporter : Fery Bangkit 
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga, Selasa (22/1/2019).
Fogging Dilakukan Ke Sejumlah Rumah Warga, Selasa (22/1/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Penemuan kasus Demam Berdarah Dangue (DBD) di Kota Cimahi meningkat drastis awal tahun ini. Hingga Kamis (24/1/2019), kasus DBD positif mencapai 119 jiwa. 

Jumlah itu bertambah dari dua hari sebelumnya yang hanya 77 kasus. Sementara jika dibandingkan dengan Januari 2018, jumlah kasus DBD jelas meningkat tajam. Jika Januari lalu hanya 24 kasus, maka Januari 2019 ini sudah mencapai 119 jiwa.

Baca Juga : Kasus DBD di Cimahi Meluas, Permintaan Fogging Meningkat

"Kasusnya banyakan 2019. Januari 2018 ada 24 kasus, kalau Januari ini sudah 119 kasus," terang Kepala Seksi Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit Menular pada Dinas Kesehatan Kota cimahi, Romi Abdurakhman, Kamis (24/1/2019).

Ia menjelaskan, kemungkinan banyaknya kasus DBD di Kota Cimahi dikarenakan faktor cuaca yang ektrim. Untuk itu, kata dia, cara yang paling mudah dan ampuh ialah dengan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). PSN bisa dilakukan oleh masyarakat.

Baca Juga : Warga Diminta Waspadai DBD

"Iya caranya dengan PSN itu," ucapnya.

Selain oleh masyarakat, kata Romi, Dinas Kesehatan Kota Cimahi pun bakal rutin melakukan PSN masalah. Terakhir, pemberantasan terhadap jentik nyamuk itu dilakukan di Kelurahan Pasirkaliki.

Baca Juga : Kasus DBD di Kabupaten Bandung Capai 236 Jiwa, Naik Dibandingkan Januari 2018

"Besok, PSN masal lagi di RW 7 Kelurahan Karangmekar," katanya.

Kemudian, upaya pencegahan juga dilakukan dengan cara fogging. Terakhir, pemberantasan nyamuk Aedes Aegypti itu dilakukan di Babakan Nanjung, RW 7, Kelurahan Makarmekar, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi.

"Minggu lalu sudah ada PSN, hari ini fogging dan besok mau PSN lagi," ujar Ketua RW 7, Slamet.

Dikatakan Slamet, diwilayahnya sejauh ini masih ada sejumlah warga yang dirawat karena kasus DBD. Ada yang masih anak-anak dan juga dewasa. "Ada yang belum pulang 2 (dua) orang masih di rawat di rumah sakit. 1 (satu) orang di rawat di rumah," terangnya. 

Baca Lainnya