Limawaktu.id - Dinas Kesehatan Kota Cimahi mengimbau masyarakat menggunakan masker atau pelindung lainnya apabila mencium bau belerang. Sebab, dikhawatirkan bisa mengganggu pernapasan. Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi Chanifah Listyarini menjelaskan, belerang yang berasal dari gunung sendiri biasanya mengandung S02 atau sulfur vulkano yang berbahaya bagi pernafasan.
"Kalau ini efeknya ke pernafasan. Bisa juga mengiritasi mata. Lebih sensitif lagi berbahaya juga untuk ibu hamil. Bisa asma, sesak nafas," jelasnya. Seperti diketahui, pada Rabu (12/9/2019) sekitar pukul 18.00 WIB, masyarakat wilayah di Kota Cimahi mencium bau belerang yang diduga terbawa angin dari Gunung Tangkuban Parahu. Setidaknya bau itu tercium oleh masyarakat di Kelurahan Cipageran dan Cireureup Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi. Bau menyengat itu disinyalir terbawa angin dari Gunung Tangkuban Parahu.
Yanti Widayanti (32), salah seorang warga Kelurahan Cipageran mengaku sempat mencium bau blerang itu. Ia menduga bau itu berasal dari Tangkuban Parahu yang memang terus mengalami tremor pasca erupsi akhir Juli lalu. "Iya kemarin nyengat banget baunya pas Magrib. Beberapa menit terus ilang lagi," ucapnya, Kamis (12/9/2019).
Ia mengaku cukup kaget ketika tiba-tiba bau itu menyengat. Ia dan keluarganya sempat resah bau itu akan menimbulkan penyakit. "Iya sempet khawatir juga, tapi untungnya sebentar. Mudah-mudahan gak akan ada lagi," tuturnya.
Kepala Pusat Vulkanologi, Mitigasi Bencana dan Geologi (PVMBG) Kasbani dalam keterangan tertulisnya menyebutkan mengungkapkan, terciumnya bau belerang Gunung Tangkuban Perahu karena tiupan angin kencang ke arah Selatan-Barat Daya.
"Berdasarkan hasil analisis data-data pemantauan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa terciumnya gas pada jarak yang relatif jauh dimungkinkan karena tiupan angin yang cukup kencang dominan ke arah Selatan-Barat daya yaitu lokasi dimana Kota Cimahi dan Kabupaten Bandung Barat berada," ungkapnya.
Ia mengungkapkan, saat muncul informasi terciumnya bau belerang yang diduga dari Tangkuban Perahu di beberapa wilayah seperti Kota Cimahi dan KBB, Tim PVMBG melakukan pengecekan lapangan dengan melakukan pengukuran gas di sekitar Kawah Ratu Tangkuban Parahu. "Hasil pengukuran menunjukkan belum adanya indikasi peningkatan konsentrasi gas CO2, SO2 yang signifikan," terangnya.