Selasa, 10 Oktober 2023 14:50

Bantah Dicopot dari Jabatan, Dikdik Klaim Inflasi di Cimahi Menurun

Reporter : Bubun Munawar
Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan
Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan [Limawaktu.id]

Limawaktu.id, Cimahi – Penjabat (Pj)  Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan membantah pemberitaan yang menyatakan dirinya dicopot dari jabatannya sebagai Pj Wali Kota.  

Dihadapan sejumlah wartawan, Dikdik menjelaskan, pemberitaan di media bahwa Pj Wali Kota Cimahi di copot dari jabatan diakuinya kurang tepat, karena pada 22 Oktober 2023 ini merupakan  batas Ahir periode masa jabatannya sebagai Pj Wali Kota.

“Mungkin yang dimaksud Bapak Mnedagri jabatan saya sebagai Pj Wali Kota tidak diperpanjang, atau  mengganti PJ Wali kota Cimahi dengan yang lain, dan siapa penggantinya sampai saat ini saya belum  tahu,” terang Dikdik, Selasa (10/10/2023).

Dia melanjutkan ketika dirinya mengikuti Zoom meeting bersama Mnedagri Tito Karnavian,  bahasa yang didengarnya adalah mengganti,bukan mencopot.

“Saya harapkan masyarakat diberikan informasi yang sejelas-jelasnya," janjut dia.

Saat di singgung terkait Inflasi,  Dikdik menyebutkan pengendalian inflasi dari waktu ke waktu sudah sedemikian intensif dan faktanya sudah terlihat di lapangan.

“ Pada  Januari 2023 inflasi di Kota Cimahi  mencapai tingkat 7%, dan saat ini Oktober 2023  menjadi 2,3 % di bawah rata-rata Jawa Barat.Ini hasil dari kerja keras tim pengendalian inflasi di kota Cimahi,kami setiap saat melakukan evaluasi, terhadap inflasi," jelasnya.

Dikatakannya, hingga saat ini dirinya  belum menerima surat pemberitahuan dari Mendagri terkait penggantian dirinya sebagai pj Wali Kota Cimahi.

“Mungkin beberapa hari kedepan baru  saya terima, “ katanya.

Menurut Dikdik,di internal pemerintahan selama ini  baik baik saja, pihaknya sebagai ASN yang dikedepankan adalah  PDLT yaitu  Prestasi, Dedikasi, Loyalitas dan Tidak tercela, namun dengan keputusan ini tidak menyurutkan jajaran Pemkot Cimahi untuk berkinerja yang baik dan dia memastikan semua pelayanan berjalan dengan baik.

Dia menjelaskan, Kota Cimahi berada dalam kawasan metropolitan Bandung Raya, artinya yang terjadi di Cimahi, tidak terlepas dari yang terjadi di daerah lain, terutana  kawasan Bandung Raya.

Selain itu, kata dia, Kota Cimahi tidak memiliki potensi pemenuhan komunitas secara mandiri,tidak seperti di tempat lain,saat ini perkembangan harga di Cimahi relatif terkendali, terkait beras mahal di wilayah Lain pun sama karena pengaruh cuaca, kemarau yang panjang mempengaruhi semua petani.

Dikdik menjelaskan, secara definitif Jabatannya Sekretaris Daerah,ketika tidak di lanjutkan kembali lagi ke jabatan Definitif Sekretaris Daerah.

“Saya ucapkan terimakasih kepada masyarakat yang sudah mendukung saya, namun apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat Mudah-Mudahan bisa membawa kebaikan kita semua,dan saya minta pada pemerintah Daerah untuk memberikan pelayanan yang terbaik pada masyarakat," pungkasnya.

Diberitakan sejumlah media, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Republik Indonesia, Tito Karnavian mencopot Pj Wali Kota Cimahi, Dikdik Sutarno Nugrahawan. Hal tersebut dilakukan karena Didik dinilai tidak mampu mengatur inflasi harga beras di wilayahnya.

Tito mengungkapkan hal itu dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi tahun 2023 yang disiarkan melalui Youtube Kemendagri, Senin, 9 Oktober 2023. Tito mulanya menyampaikan Aceh Barat menjadi wilayah yang terbaik dalam pengendalian inflasi.

Tito membandingkan dengan wilayah Cimahi, Jawa Barat. Dia mengaku sudah berkali-kali mengingatkan agar Kota Cimahi untuk mengatur inflasi dan tingginya harga beras.

"Saya sudah berkali-kali ingatkan, tidak juga terkendali padahal dikelilingi daerah penghasil cabai," ujarnya, dikutip detik.com, Senin (9/10/2023).

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer