Senin, 8 Februari 2021 17:36

Banjir Teparah di Kelurahan Utama Cimahi Selatan Selama 30 Tahun

Jalan Raya Nanjung   terputus akibat banjir  hingga sempat tak bisa dilalui kendaraan, Senin (8/2/2021)
Jalan Raya Nanjung terputus akibat banjir hingga sempat tak bisa dilalui kendaraan, Senin (8/2/2021) [Istimewa]

Limawaktu.id,- BPBD Kota Cimahi melaksanakan Kegiatan Kaji Cepat menindaklanjuti Laporan dari masyarakat terkait Kejadian banjir yang dipicu oleh hujan dengan intensitas cukup tinggi mengakibatkan meluapanya sungai cihujung, lokasi berada di Kampung Cibodas RT 01 RW 11 Kelurahan Utama Kecamatan Cimahi Selatan Kota Cimahi.


Banjir terparah menggenangi pemukiman warga menjadi yang terparah selama hampir 30 tahun. Warga pun hanya bisa pasrah tatkala air menggenangi rumah mereka hingga sepinggang orang dewasa.

Tak cuma rumah warga saja, Jalan Raya Nanjung juga terputus hingga sempat tak bisa dilalui kendaraan. Meskipun ada yabg lewat, namun hanya kendaraan besar saja. Sementara motor yang memaksa lewat, kebanyakan mogok

Menjurut Pepen (47), warga setempat mengatakan banjir kali ini merupakan yang terparah selama hampir 30 tahun dirinya tinggal di rumah tersebut. Banjir sendiri pertama kali dialaminya pada 2010 silam.

"Ini yang paling parah selama saya tinggal di sini. Dulu sempat banjir juga sekitar 2010, tapi engga setinggi ini banjirnya dan surutnya juga cepat," ungkap Pepen, Senin (8/2/2021).

Kini, setiap hujan deras dirinya selalu dihantui rasa was-was air dari aliran Sungai Cihujung sewaktu-waktu meluap dan bisa menggenangi rumahnya dan warga lain.

"Jadi sekarang setiap hujan itu selalu was-was, takut kebanjiran lagi. Soalnya bulan kemarin juga sempat banjir apalagi sekarang kan cuaca ekstrem juga," terangnya.

Pepen mengaku dirinya minta pemerintah daerah segera mencari solusi untuk mengentaskan banjir yang menggenangi wilayahnya.

"Kalau kami dari masyarakat, kebijakan pemerintah seperti apapun akan diikuti. Asalkan banjir ini bisa selesai, apakah kita mau direlokasi silakan, tapi harus sesuai juga nilai penggantiannya," jelasnya.

 

Baca Lainnya

Topik Populer

Berita Populer