Rumah Pasangan suami istri (Pasutri) Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) yang nyaris Ambruk.
Rumah Pasangan suami istri (Pasutri) Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) yang nyaris Ambruk. [Limawaktu]
News

Bambu Penyangga Rumah Milik Hasanah yang Nyaris Ambruk

Limawaktu.id - Pasangan suami istri (Pasutri) Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) terpaksa hidup di Rumah yang terancam Ambruk.

Sejak tiga minggu lalu, rumah yang terletak di Kampung Saradan, RT 04/02, Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi mengalam retakan. Penyebabnya, tanah menyangga yang tergerus air hujan. Bahkan, untuk menguatkan dinding tersisa, pihak keluarga memasang bambu sebagai penahan.

Rumah sederhana itu tepat berada diatas tebing, sehingga jika tanahnya longsor. Tepat di bawah rumah, ada beberapa kolam penampungan ikan. Dinding rumah di bagian belakang terlihat menganga.

"Kejadiannya tiga minggu yang lalu, pas saya lagi membuat gorengan, kemudian turun hujan angin, jadi sebagian atapnya ambruk dan dinding pun retak-retak," ujar Hasanah dikediamannya, Kamis (17/5/2018).

Rumah yang berada dipinggir Ruas Tol Purbaleunyi itu dibangun tahun 2011. Total, ada tujuh orang yang menempati rumah tersebut, termasuk Rusjunaedi (52)-Hasanah (50) serta keempat anaknya dan satu orang menantunya.

"Sejak dulu, disini sudah ditempati oleh tujuh orang dengan anak-anak saya. Pas rumah ini dindingnya mulai rentak sekeluarga diungsikan ke kantor RT," katanya.

Dikatakannya, saat kejadian ambla, semua anggota keluarganya sempat diungsikan oleh pihak RW. Sebab, ditakutkan rumah tersebut tiba-tiba ambruk jika terus-terusan diguyur hujan deras.

Namun, karena lokasinya tidak mumpuni untuk ditinggali oleh tujuh orang, keluarga tersebut memilih untuk kembali ke rumah yang dindingnya nyaris ambrol tersebut.

"Waktu itu 10 hari saya dan keluarga diungsikan kesana karena memang berbahaya jika dindingnya ambruk," katanya.

Usai kejadian, rumah tersebut sempat didatangi oleh Badan Penangguulangan Bencana Daera ( BPBD) Kota Cimahi. Namun hingga tiga minggi berlalu, rumah tersebut tak kunjung diperbaiki.

Ketua RW 02 Kelurahan Leuwigajah, Yadi mengatakan, respon dari BPBD tersebut seharusnya bisa langsung, karena pihaknya sudah mengajukan permintaan bantuan perbaikan tak lama setelah kejadian tersebut.

"Bantuannya memang sedikit telat, kasihan ke beliaunya. Harapan kami pihak pemerintah dalam hal ini BPBD bisa secepatnya memperhatikan," katanya.

Hal tersebut, kata dia, lantaran kondisi rumahnya memang sudah mengkhawatirkan, sehingga jika tetap dibiarkan ditakutkan bisa menyebabkan korban jiwa.

Pihaknya mengharapkan, pihak terkait bisa secepatnya memberikan bantuan untuk mengantisipasi kemungkinan kejadian yang tidak diinginkan.

Ia mengharapkan, untuk bantuan jika terjadi bencana di wilayahnya, pemerintah terkait harus bisa cepat dalam merespon dalam memberikan bantuan.

"Biasanya cepat, kok sekarang jadi agak lama, padahal saya laporannya berjenjang dari mulai RT hingga lurah dari tiga minggu yang lalu," kata Yadi.

Baca Lainnya