Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu menghadiri ground breaking Fasilitas Latihan Lertempuran Kota (Faslat Purkota) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (1/8/2019).
Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu menghadiri ground breaking Fasilitas Latihan Lertempuran Kota (Faslat Purkota) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (1/8/2019). [ferybangkit]
News

Bakal ada Tempat Latihan Prajurit TNI Menyerupai Kota di Bandung Barat

Limawaktu.id - Menteri Pertahanan (Menhan) Republik Indonesia, Jenderal TNI Purnawirawan Ryamizard Ryacudu menghadiri ground breaking Fasilitas latihan Pertempuran Kota (Faslat Purkota) di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Kamis (1/8/2019).

Ia didampingi Panglima Kodam (Pangdam) III/Siliwangi Mayjen TNI Tri Soewandono, Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal Andhika Perkasa serta Danjen Kopassus Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa.

"Ancaman itu berkembang, salah satunya perkembangan teroris," kata Ryamizard seusai peresmian.

Faslat Purkota merupakan tempat latihan tempur yang dibangun menyerupai situasi nyata di wilayah perkotaan. Tempat para prajurit itu akan dibangun di atas lahan seluas 32 hektare.

Fasilitas latihan itu dibagi ke dalam empat zona, mulai dari zona pemukiman penduduk, zona komersil (pusat bisnis), gedung pemerintahan dan tempat sarana transportasi baik darat, laut dan udara.

"Fasilitasnya sangat bagus, untuk sekarang itu luar biasa. Ke depannya akan dikembangkan lagi supaya lebih bagus," ujar Ryamizard.

Faslat Puskota itu ditargetkan selesai dikerjakan selama satu tahun atau tahun depan rampung dan bisa segera digunakan untuk latihan. 
"Untuk anggarannya pokoknya dibayar lunas, enggak pake utang-utang," katanya tanpa menyebutkan rincian anggarannya.

I Nyoman Cantiasa menambahkan, Faslat Purkota ini akan menambah daya gedor Kopassus dalam tiap operasi yang dilakukan, baik operasi domestik maupun internasional.

"Faslat ini akan dikelola Pusdik Kopassus dan Armed, selain itu tempat ini nantinya akan terintegrasi dengan fasilitas latihan lainnya yang berada di Pusdiklatpassus," jelasnya.

Selain itu, ujar I Nyoman, pihaknya juga akan memperluas tempat latihan tembak bagi prajurit. "Dari awalnya 600 meter, ditambah 400 meter. Jadinya prajurit bisa merasakan latihan dengan jarak pandang satu kilometer," katanya.

Baca Lainnya