Senin, 13 November 2017 17:26

Asap Kendaraan Bermotor Sumbang Pencemaran Udara

News Cimahi Baru
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi melakukan uji emisi kendaraan bermotor
Petugas Dinas Lingkungan Hidup Kota Cimahi melakukan uji emisi kendaraan bermotor [limawaktu]

Limawaktu.id, - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi menyebutkan, asap kendaraan bermotor menyumbangkan sekitar 10% pencemaran udara di Kota Cimahi.

Kepala Seksi Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan DLH Kota Cimahi Hidayat Sadikin mengatakan, angka tersebut tergolong cukup tinggi bagi pencemaran udara di Kota Cimahi. Apalagi, pertumbuhan kendaraan roda dua dan roda empat yang semakin tinggi.

"Presentasi pencemaran dari asap kendaraan bermotor kurang lebih 10 persen. Lumayan (tinggi) juga," ucapnya, saat ditemui disela-sela Uji Emisi Kendaraan Bermotor di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, Senin (13/11/2017).

Pelaksanaan uji emisi akan berlangsung selama empat hari. Dimulai Senin (13/11/2017) hingga Kamis (16/11/2017). Empat lokasi yang dipilih untuk pelaksanaan uji emisi yaitu Jalan Raden Demang Hardjakusumah, pelataran Pemkot Cimahi, Jalan Gedong Opat, dan Jalan Baros.

Dikatakanya, uji emisi merupakan salah satu upaya untuk menekan pencemaran udara dari asap kendaraan bermotor.

"Tujuannya mengetahui kadar emisi udara yang ada di Cimahi yang bersumber dari emisi bergerak atau kendaraan bermotor," ujarnya.

Hidayat menyebutkan, untuk kendaraan keluaran tahun 2007 ke bawah, kandungan CO-nya harus di bawah 4,5 dengan kandungan HC-nya 1.200. Sedangkan kendaraan keluaran 2007 ke atas kandungan CO-nya sebesar 1,5 dan kandungan HC-nya di angka 200.

"Oleh sebab itu, setiap pemilik kendaraan bermotor khususnya roda empat wajib untuk memelihara kendaraannya," ucapnya.

Dihubungi terpisah, Ermayati Rengganis, Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan DLH Kota Cimahi mengatakan, hingga tahun ini, pihaknya mencatat baru melakukan uji emisi terhadap sekitar 1.000 kendaraan,

"Dari ribuan kendaraan yang ada di Kota Cimahim kita baru sekitar 1.000 kendaraan yang diuji, karena keterbatasan anggaran," katanya.

Meski belum ada kajian detail, tapi menurutnya pencemaran asap kendaraan terhadap udara di Kota Cimahi sangat tinggi.

"Sangat besar. Tapi untuk saat ini yang kita lakukan baru kewajiban uji emisi udara ambien dan uji emisi kendaraan bergerak," ujarnya. (kit)