Limawaktu.id - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengakui jumlah armada pengangkut sampah yang dimiliki Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kebersihan belum ideal untuk melayani pengangkutan sampah di 16 kecamatan se-Bandung Barat.
Saat ini, UPT Kebersihan DLH KBB hanya memiliki 38 armada pengangkut sampah. Sedangkan berdasarkan analisi kebutuhan, setidaknya dibutuhkan 108 unit armada untuk melayani pengangkutan sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Kepala DLH KBB, Apung Hadiat Purwoko mengatakan, setiap tahun pihaknya mengajukan penambahan armada pengangkut sampah. Namun penambahannya hanya dapat dilakukan sedikit demi sedikit, karena harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
"Kalau semua anggaran digunakan untuk pengadaan armada, maka enggak akan ada pembangunan jalan. Soalnya, semua anggaran pasti akan tersedot," kata Apung di Ngamprah, Rabu (19/6/2019).
Pelaksana tugas Kepala UPT Kebersihan DLH KBB, Rudi Kuntadi menambahkan, pada tahun ini pengajuan armada sampah ialah sebanyak satu dump truk, satu Armada Pengangkut Sampah Liar (APSL), dan tiga motor roda tiga.
"Saat ini pengajuan itu lagi proses," ucapnya.
Berdasarkan hasil kajian DLH, kata dia, saat ini pengangkutan sampah di Bandung Barat baru meliputi sekitar 12 persen dari perkiraan total sampah yang dihasilkan oleh seluruh warga KBB. Dari kajian itu pula, setidaknya UPT Kebersihan membutuhkan sebanyak 108 unit truk sampah.
"Kalau dihitung-hitung, secara keseluruhan dari jumlah penduduk, itu setidaknya perlu 108 truk. Itu hanya untuk memenuhi kebutuhan pengangkutan sampah di wilayah perkotaan, atau di 10 kecamatan yang saat ini kami layani ini saja," bebernya.
Menurutnya, di wilayah pedesaan pada umumnya masyarakat mengatasi permasalahan sampah secara mandiri, yakni dengan melakukan pembakaran sampah kering dan penimbunan sampah basah. Saat ini, terang dia, UPT Kebersihan cuma memiliki 38 truk sampah.
"Dengan jumlah truk yang kami miliki, sekarang kami baru melayani pengangkutan sampah 12 persen dari jumlah penduduk, atau setara dengan sekitar 150 ton sampah per hari. Untuk 108 truk sampah itu pun, pengangkutan sampah diusahakan 30 persen terangkut," tuturnya.