Jumat, 5 Februari 2021 11:01

Antisipasi Banjir Lahar, Sabo Dam Kali Gendol Direhabilitasi

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Menteri PUPR meninjau pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam di Jogyakarta
Menteri PUPR meninjau pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam di Jogyakarta [Humas ]

Limawaktu.id,- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat melaksanakan Pembangunan dan rehabilitasi Sabo Dam di Jogyakarta. Ini dilakukan untuk mengantisipasi banjir lahar dari Gunung Merapi.


Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan, Berdasarkan hasil kajian Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak Ditjen SDA melalui Konsultan Yachiyo Engginering Consultant, diperlukan penambahan Sabo Dam baru sebanyak 95 unit dengan daya tampung 12,79 juta m³.


"Kementerian PUPR sampai saat ini telah membangun sebanyak 272 unit sabo dam di wilayah DI Yogyakarta dan Jawa Tengah dengan daya tampung 13,93 jt m³," terangnya, Jum'at (5/2/2021).

Dikatakannya, Sabo Dam dibangun untuk menahan dan mengurangi kecepatan aliran lahar yang membawa material vulkanik sehingga dapat meminimalisir risiko bencana banjir lahar di hilir sungai serta menjaga kelestarian lingkungan sekitar Gunung Merapi.


“Kalau bendungan menahan air, sedangkan Sabo Dam menahan pasir dan batu sementara airnya tetap bisa lewat,” kata Basuki.

Sementara itu, Kementerian PUPR mengapresiasi peran pengusaha swasta nasional dalam mendukung pembangunan berbagai proyek infrastruktur. Dengan peran nyata tersebut, berbagai produk dalam negeri dihasilkan dan diserap sebagai komponen TKDN.

Dalam kunjungan kerjanya ke Yogyakarta, Kamis (4/2), Menteri Basuki meninjau workshop PT Aneka Dharma Persada yang bekerjasama dengan PT Wijaya Karya untuk produksi beton, aspal, u-ditch, dan produk konstruksi lainnya.

Baca Lainnya