Limawaktu.id,- Mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melakukan silaturahim di Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, dan bertemu Abuya, K.H. Said Aqil Siroj.
“Ketika kami datang 2018 lalu, Pondok Pesantren ini masih dalam tahap perintis, kini PP Luhur Al-Tsaqafah semakin maju berkembang, dan insya Allah menjadi penanda lulusannya nanti, akan jauh menuntut ilmunya, serta memberikan kebermanfaatan yang besar bagi negara dan dunia,” ungkap Anies di akun instagramnya, dikutip Limawaktu.id,Kamis (23/3/2023).
Dia berpesan kepada para santri agar senantiasa meninggikan mimpi karena lokasi lahir boleh di mana saja, lokasi mimpi harus tetap di langit.
Belajar lah dengan tekun dan jangan pernah takut untuk pergi jauh dalam menuntut ilmu, serta menghadapi apapun tantangan yang ada, karena semakin terjal tantangan tersebut, maka akan mengantarkan adik-adik kepada puncak-puncak keberhasilan,” katanya.
Dia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Abuya K.H. Said Aqil Siroj. Bahwa abuya, melalui ilmunya yang luar biasa dalam, telah menjadi penjuru bukan hanya kegiatan pendidikan dan dakwah, juga penjuru dalam berbangsa dan bernegara sehingga Indonesia terjaga dengan suasana yang tenang dan teduh.
Dikkutip dari laman resmi Pesantren Luhur Al-Tsaqafah, Berdirinya Yayasan Said Aqil Siroj, merupakan sebuah langkah awal human development guna ikut membangun jejaring edukasi yang berkualitas dan kompetitif sehingga mampu mencetak generasi-generasi bangsa yang bermoral terpuji, terdidik, berbudaya, berkarakter, dan berperadaban. Oleh karena itu, dalam melaksanakan gerakannya bersifat independen dengan visi Islam rahmatan lil ‘alamin yang memiliki landasan etis, yakni tawasuth (moderat), tawazun (keseimbangan), i’tidal (jalan tengah), dan tasamuh (toleran).
Berdasarkan pemikiran di atas, Yayasan Said Aqil Siroj bermaksud ikut dalam membangun peradaban bangsa Indonesia melalui nilai-nilai tsaqafah (ilmu pengetahuan), hadlarah (peradaban), dan tamaddun (menata kehidupan madani). Langkah ini diwejawantahkan dalam bentuk membangun pesantren sebagai pusat peradaban Islam, yakni Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah serta kanal-kanal pendidikan berbasis peradaban ala ahlussunah wal jama’ah.
Penamaan “Al-Tsaqafah” sendiri, berpijak pada catatan sejarah bahwa umat Islam sukses dalam membangun human development. Di mana umat Islam menjadi umat yang memiliki kekuatan yang disegani, umat yang memiliki nilai-nilai ajaran agama yang hanif, penuh toleran, berkembang pesatnya ilmu, akhlak mulia dan perilaku yang berperadaban. Dimana pada saat itu, geografi umat Islam berkembang pesat dan mampu melampui batas-batas benua besar, Asia, Afrika dan Eropa.
Dalam perjalanan sejarahnya, Tsaqafah Islam sendiri sangat terbuka dan mampu berinteraksi serta berkolaborasi dengan budaya asing, juga dengan tradisi lokal yang berlaku, asal tidak bertentangan dengan nilai-nilai akidah dan ketauhidan serta prinsip-prinsip dasar ajaran Islam. Oleh karena itu, banyak terbentuk institusi-institusi pendidikan serta pusat penelitian, seperti Baitul Hikmah (Learning Centre), yang diprakarsai oleh khalifah al-Makmun (198-202 H/812-817 M). Lembaga ini mampu menerbitkan dan menterjemahkan research-research ilmiah di bidang kedokteran, falak, teknik , geologis, matematis dan lain-lain.
Dengan demikian, kehadiran Pondok Pesantren Luhur al-Tsaqafah merupakan salah satu bentuk andil kita dalam membangun peradaban dunia. Dengan harapan lembaga-lembaga pendidikan kita yang bernaung di bawah Yayasan Said Aqil Siroj ini, menjadi manaratul ‘ilmi wal ma’rifah (mercusuar ilmu pengetahuan) dan markazul buhuts (pusat penelitian). Dan semoga dari lembaga pendidikan ini akan lahir para tokoh dan pemikir yang mampu membangun peradaban bangsa Indonesia dan dunia.