Senin, 15 Juni 2020 18:37

Anggota Linmas Diberi Insentif Selama Jaga PSBB, Segini Anggaran dalam Sebulan

Reporter : Fery Bangkit 
para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di halaman gedung Cimahi Technopark Jalan Baros.
para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di halaman gedung Cimahi Technopark Jalan Baros. [Foto istimewa]

Cimahi - Berjaga selama 24 jam selama peneraapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19) berbuah manis pagi para anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) di Kota Cimahi.

Mereka mendapatkan insentif berupa uang dari Pemkot Cimahi atas dedikasinya dalam membantu pemerintah untuk menjaga kawasannya masing-masing. Tercatat ada 1.942 anggota Linmas di Kota Cimahi yang mendapatkan bantuan tersebut.

Insentif diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna di halaman gedung Cimahi Technopark Jalan Baros, Senin (15/6)

Ujang Solihin (46), salah satu anggota Linmas mengaku bersyukur dengan adanya insentif ini. Terlebih lagi ia yang sehari-hari bekerja sebagi sopir angkot terkena imbas, karena sepi penumpang.

"Alhamdulillah ya buat nambah sehari-hari, karena selama ada corona ini, penumpangnya sepi, apalagi ngga ada anak sekolah," ujarnya.

Wali Kota Cimahi, Ajay Muhammad Priatna mengatakan, penyerahan tidak dilakukan langsung kepada semua anggota linmas, tapi dibagi karena dalam rangka menjalankan protokol kesehatan.

"Hari ini kita berkumpul dengan sahabat-sahabat dan masyarakat yang tegabung dalam Linmas. Total ada 1.942 orang anggota linmas. Untuk hari ini ada 320 orang yang mendapat insentif selama bertugas saat PSBB," ungkap Ajay usai kegiatan.

Pihaknya mengapresiasi tugas anggota Linmas dalam menjaga lembur selama PSBB ini. Menurut Ajay, tugas mereka cukup berat dalam menjaga kawasannya masing-masing ditengah pandemi Covid-19 ini.

"Tugas mereka kan berat, menjaga kampung sekitar. Kami dari pemerintah mengapresiasi itu," ucapnya.

Selama bertugas, para anggota Linmas ini menjaga warga yang keluar masuk wilayah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19.

"Sebelumnya mereka diberi teori-teori yang sederhana tentang protokol kesehatan, sehingga bisa disampaikan lagi ke masyarakat," ujarnya.

Ajay mengatakan, selama PSBB berlangsung hingga 26 Juni nanti sejumlah jalan masuk menuju pemukiman tetap masih ditutup. Sehingga anggota Linmas ini masih tetap dibutuhkan. Tujuannya tentu saja untuk mencegah penularan Covid-19 di Kota Cimahi.

"Kita akan berusaha untuk bagaimana meminimalisir penyebaran virus ini, sehingga jalan-jalan ke lokasi masih kita kunci. Kita imbau untuk tetap ditutup, kecuali untuk jalan besarnya," ujar Ajay.

Kepala Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Totong Solehudin mengatakan, anggaran untuk insentif Linmas ini berasal dari Belanja Tak Terduga (BTT), dengan jumlah anggaran yang disiapkan Rp 600 juta untuk satu bulan insentif.

"Kita siapkan sampai empat bulan. Kalau sekarang baru 2 bulan yang sudah diserahkan," ujarnya.

Para anggota Linmas ini, kata Totong, bekerja 24 jam secara bergiliran selama PSBB ini. Mereka berjaga dipintu masuk menuju pemukiman penduduk. Termasuk menjaga warga luar yang datang ke Kota Cimahi

"Pada prinsipnya tamu kan tidak dilarang, hanya harus mengikuti prosedur. Seperti kemarin sebelum lebaran, yang mudik kan diantisipasi benar oleh mereka, karena yang mudik itu jangan sampai menyebarkan penyakit, terutama yang mudik dari zona merah," terangnya

 
 
 

Baca Lainnya