Limawaktu.id - Ani Suryani (28) warga Kampung Cihaliwung Wetan, RT 06/03, Desa Sukatani, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) menceritakan keberangkatan suaminya, Sunara (36) hingga terkatung-katung di Malayasia.
Ia menuturkan, suaminya mengadu nasib menjadi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Negeri Jiran atas ajakan tetangganya, yang menjadi calo penyalur TKI ilegal. Meskipun sudah melarang suaminya berangkat, namun Sunara ngotot pada keputusannya.
"Dia berangkat melalui calo, bulan Februari kemarin. Padahal sudah saya ingatkan, jangan berangkat, tapi suami saya nekat karena tekanan banyak utang, apalagi belum bayar kontrakan juga," tutur Ani, Jumat (10/4/2020).
Sebelum menuju Malaysia, Sunara bersama calo tersebut berangkat dari Bandara Husein Sastranegara menuju Riau. Namun nyatanya, Sunara menghabiskan waktu selama dua minggu di Riau, tanpa bekerja seharipun.
"Ternyata kata suami saya, dia itu ke Riau dulu. Di Riau itu 2 minggu, cuma makan tidur saja. Setelah 2 minggu, baru mereka nyeberang ke Malaysia naik kapal laut," katanya.
Di Malaysia, Sunara justru dipekerjakan sebagai buruh cuci piring di sebuah restoran. Padahal sebelum berangkat, ia dijanjikan bekerja di bengkel. Kemudian, suaminya itu dipecat tanpa alasan.
"Setelah dipecat, suami saya dimasukkan ke salah satu penampungan di Malaysia dan enggak boleh keluar. Selama di penampungan itu, suami saya jadi sering nangis kalau nelepon. Nelepon saya juga enggak sering, karena engga bisa beli pulsa," ungkapnya.
Selama di penampungan itulah Sunara kemudian membuat video meminta bantuan agar bisa dipulangkan ke Indonesia. Sebab selain tak punya uang, paspornya pun ditahan. Selama suaminya tak ada, Ani terpaksa mencari nafkah sendiri dengan mengemis dan mengamen dari pasar ke pasar. Saat ini ia tinggal di rumah ibunya.
"Saya terpaksa ngemis dan ngamen, soalnya enggak punya penghasilan kalau enggak kerja. Saya diusir juga dari kontrakan sebab belum bayar kontrakan 3 bulan," bebernya.
Ani meminta pemerintah KBB bisa memulangkan suaminya dari Malaysia sehingga bisa berkumpul lagi bersama ia dan ketiga anaknya yang masih kecil-kecil.
"Iya sedih soalnya suami saya di sana terlantar. Mau pulang tapi enggak punya uang. Paspor juga ditahan dan harus ditebus Rp 20 juta. Uang segitu dari mana, makanya saya minta tolong ke Pak Bupati (Aa Umbara) supaya bisa bantu," pungkas Ani.
Bupati Bandung Barat, Aa Umbara Sutisna, sempat mendatangi kediaman Ani. AA Umbara meminta keluarga tersebut tidak mengemis lagi dan akan berusaha memulangkan Sunara.
"Saya minta ibu jangan ngemis lagi. Kebutuhan ibu beberapa bulan saya kasih. Saya koordinasi dulu soal memulangkan suami ibu, karena sekarang juga sedang pandemi Covid-19," katanya.