Presiden Prabowo Subianto menyerahkan kunci dalam acara akad massal 26 ribu rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Senin, 29 September 2025.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan kunci dalam acara akad massal 26 ribu rumah subsidi Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) di Pesona Kahuripan 10, Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada Senin, 29 September 2025. [Foto : BPMI/Setpres ]
News

Akibat Kesalahan Sistem Kekayaan Indonesia Banyak yang Hilang

Limawaktu.id, Bogor – Presiden RI Prabowo Subianto menyoroti soal kebocoran dan hilangnya kekayaan Bangsa Indonesia , sehingga rakyat kebanyakan kurang menerima manfaat dari kekayaan Indonesia.

“Dan, itulah tekad saya dengan rekan-rekan saya yang membantu saya, tekad kita sekarang adalah untuk menyelamatkan kekayaan bangsa Indonesia, untuk bisa dimanfaatkan oleh rakyat Indonesia. Itu yang kita inginkan, “ ungkap Prabowo  saat menyerahkan kunci untuk Rumah Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), di Bogor,  Selasa, 30 September 2025.

Menurut Prabowo, pihaknya  sudah lihat fakta-fakta, angka-angka, Indonesia sangat kaya, kebocorannya luar biasa. Dirinya bertekad untuk menghentikan kebocoran-kebocoran itu.

“Tadi saya bicara di salah satu partai politik dan ini nanti saya sampaikan juga kepada penegak hukum. Masalah kita ternyata, ya korupsi parah, benar, dan korupsi akan kita perangi. Dan, saya ini berkeyakinan dan berharap bahwa pejabat-pejabat yang punya kekuasaan akan jera dan tidak mau tergoda untuk melakukan korupsi, saya berkeyakinan,” katanya.

Karena, rakyat  sudah tidak mau terima lagi pemimpin-pemimpin yang korup, rakyat kita jangan dianggap bodoh, rakyat kita tidak bodoh, rakyat kita tajam, dan sekarang ada teknologi, rakyat semua punya gadget.

Dia menjelaskan,  yang lebih parah adalah ternyata, para pakar yang terhormat, para profesor, ternyata yang masalah bagi kita adalah kesalahan sistem. Sistem ini yang memungkinkan kebocoran yang gila-gilaan yang luar biasa karena sistem.

“Karena itu, kita harus berani memperbaiki sistem. Saya percaya dengan penghematan, kebocoran, dengan kita mengamankan kekayaan kita, uang bangsa Indonesia akan cukup. Uang ini kita akan investasikan dengan baik, hilirisasi supaya penghasilan kita berlipat ganda, supaya kita bisa membantu rakyat kita yang berpenghasilan rendah, supaya akan dinikmati oleh rakyat kita, supaya ada kesejahteraan yang dirasakan oleh semua rakyat Indonesia, itu tekad kita. Itu tekad kita dan saya yakin kita akan sampai ke situ, “ jelas Prabowo.

Prabowo percaya dan yakin dalam tiga, empat, lima tahun akan datang kita akan membuktikan, kita akan berbuat sesuatu yang  tidak diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain. Kita akan kuasai kekayaan kita sendiri dan ini sudah mulai kita kerjakan. Dengan TNI, dengan POLRI, dengan semua unsur sekarang, aset-aset negara kita kuasai kembali. Tanah-tanah yang disalahgunakan, kita ambil kembali. Perkebunan-perkebunan yang tidak sesuai aturan, yang melanggar hukum, sudah kita kuasai sebagian dan akan terus kita kuasai kembali.

“ Saya bertekad melaksanakan Undang-Undang Dasar 1945, saya disumpah untuk itu dan saya bertekad untuk melaksanakan itu dan rekan-rekan saya, saya ajak dan mereka bertekad juga berjuang bersama saya. Kita tidak akan mundur setapak pun kita akan melaksanakan sumpah kita kepada bangsa dan rakyat kita,” paparnya.

Dia menuturkan, Dengan menyelamatkan kekayaan  secara sistemik,dia minta profesor-profesor dan pintar-pintar, gunakan kepintaranmu untuk kepentingan bangsa rakyat Indonesia. Pelajari, yakini, analisa.

Apalagi yang pintar matematika, lihat data-data, analisa. Masa 25 tahun tidak bisa kita analisa, lebih banyak uang keluar dari Indonesia, lebih banyak kekayaan kita keluar dari Indonesia daripada tinggal di Indonesia, ini segera harus kita ubah.

“Saya yakin dan percaya para pakar yang ada di sini akan berhasil. Saya lihat di sini banyak profesor ini, banyak S3, iya kan? Pak Purbaya S3, siapa lagi? Pak Perry S3, Yasierli S3, siapa lagi itu? AHY S3. Luar biasa, dong! Pak Tito S3, Pak Kapolri S3, luar biasa itu semua. Begitu banyak S3 kalau tidak bisa memperbaiki sistem, kelewatan ini,” tuturnya.

 

 

 

 

 

 

Baca Lainnya