Limawaktu.id - Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Bandung Barat (KBB) mengaku sudah mendapat laporan keberadaan ajag atau anjing liar yang menerror warga di Kecamatan Gununghalu dan Rongga. Ajag itu disebut sudah memangsa puluhan hewan ternak milik warga.
"Adanya temuan dan laporan itu harus membuat warga waspada dan lapor ke petugas jika ada anjing liar di wilayahnya," kata Kepala Bidang Kesehatan Hewan pada Dinas Perikanan dan Peternakan KBB, Wiwin Aprianti, Rabu (15/1/2020).
Menurutnya, anjing liar bisa saja mengganggu permukiman warga secara berkelompok untuk mencari makanan. Mereka juga kerap berkelompok saat musim kawin sehingga sulit untuk mengontrol populasinya.
Kemudian yang perlu diwaspadai, kata Wiwin, adalah penyebaran virus rabies yang bisa ditularkan lewat anjing hutan tersebut. "Makanya warga juga harus bisa menjaga lingkungan yang bersih dengan tidak meninggalkan sampah sebagai sumber makanan anjing liar," ujarnya.
Sementara untuk mengontrol poplulasi anjing liar, kata dia, bisa dilakukan dengan cara kastrasi bagi anjing jantan dan ovariohisterektomi bagi anjing betina. Dinas Perikanan dan Peternakan KBB menyediakan layanan itu secara gratis. Atau bagi warga yang memiliki anjing ataupun kucing bisa langsung datang ke Puskeswan KBB untuk mendapatkan layanan itu terhadap hewan peliharaan mereka.
"Atau warga juga bisa menghubungi call center puskeswan di nomor 0811200762, sehingga petugas bisa on the spot datang ke warga," terang Wiwin.
Tahun lalu, ungkap Wiwin, hewan yang menjadi sasaran vaksinasi antirabies mencapai 3.000 ekor dari total populasi hewan anjing, kucing dan kera di KBB yang mencapai 4.000 ekor.
Selain menjalankan program vaksinasi, pihaknya juga menggenjot program kebiri pada hewan yang merupakan tindakan bedah dengan tujuan untuk menghilangkan fungsi testis pada jantan atau fungsi ovarium pada betina.
Sementara untuk kasus gigitan anjing, tahun lalu tercatat ada 39 korban. Mereka merupakan warga selatan KBB, mulai Cililin, Sindangkerta, Gununghalu, hingga Rongga. Pengakuan dari para korban, anjing liar tersebut tiba-tiba menggigit mereka, bahkan ketika sebagian korban tengah mengendarai motor. Akan tetapi belum ada kasus rabies yang menjangkiti manusia di wilayah Bandung Barat.
"Kasus yang digigit anjing ada, tapi tidak sampai terkena rabies. Saran kami bila digigit anjing segera mengeluarkan luka kemudian diolesi antiseptik, kemudian cuci dengan sabun dan bilas dengan air bersih," pungkasnya.