Kamis, 5 Oktober 2017 15:18

Ahli Waris Kecewa Putusan PA Cimahi Atas Sengketa Tanah

Reporter : Fery Bangkit 
Tanah seluas 17.160 M2 milik Nyi Watin (alm) yang digugat  keluarga Ashari Djudansyah di Kelurahan Citeureup Cimahi.
Tanah seluas 17.160 M2 milik Nyi Watin (alm) yang digugat keluarga Ashari Djudansyah di Kelurahan Citeureup Cimahi. [limawaktu]

limawaktu.id - Andi Ani Astiani (47), ahli waris tanah seluas 17.160 M2 milik Nyi Watin (alm) merasa dikecewakan atas putusan Pengadilan Agama (PA) Cimahi, yang memenangkan gugatan keluarga Ashari Djudansyah.

Ani memastikan, tanah yang terletak di Jalan Sukasari No. 40, Kel. Citeureup, Kec. Cimahi Utara, Kota Cimahi tersebut memang miliknya, atas bukti kelengkapan surat-surat dan sebagainya.

“Kami tidak setuju dengan isi putusan, yang saya rasa menyalahi. Kami dirugikan. Saya punya surat tanah milik Mamah Nyi Watin, berupa kikitir kohir No. 446 dan persil No. 42. Bahkan, selama ini pajak saya yang lunasi,” beber Ani, saat ditemui di lokasi sengketa tanah, Jln. Sukasari 40, Cimahi, Kamis (5/10/2017).

Ani mengatakan, dirinya merasa dipermainkan oleh putusan PA Cimahi. Sebab, katanya, kronologis kepemilikan serta bukti-bukti tanah sudah dibeberkan di pengadilan. 

"Akhirnya kami ambil kesimpulan, Pengadilan Agama ada keberpihakan ke pihak penggugat (Ashari)," ucapnya. 

Atas putusan tersebut, lanjut Ani, pihaknya sudah melaporkan sengketa dan putusan ke Pengadilan Negeri Bale Bandung, dengan pendaftaran perkara penetapan No. 146/Pdt/2017/PNBB pada 21 Agustus 2017. 

Dikatakannya, sidang di PN Bale Bandung sudah digelar. Namun, pihak PA Cimahi maupun penggugat tak hadir dalam sidang. 

Sementara itu, Wakil Kepala Panitera PA Cimahi, Drs. Dedeng mengatakan, berkas sengketa tanah seluas 17.160 M2 baru dilimpahkan kebagian pelelangan. 

"Masalah kohir atau persil, yang jelas sudah sesuai dengan data-data di kelurahan. Maka dari itu kami akan lakukan pengeksekusian," klaimnya. (kit)*