Limawaktu.id, Kota Cimahi - Wakil Ketua DPRD Kota Cimahi, Agung Yudaswara, menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Persib Bandung melawan Persija Jakarta bersama warga di posko pemenangan miliknya. Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus pendekatan yang lebih santai kepada masyarakat melalui olahraga.
Menurut Agung, kegiatan nobar dipilih sebagai bentuk Komunikasi Politik yang lebih sederhana dan dekat dengan masyarakat dibandingkan pendekatan formal yang kerap dianggap kaku.
“Ini sebetulnya intinya silaturahmi dengan konstituen maupun masyarakat sekitar. Pendekatan politik itu tidak harus selalu normatif. Bisa lewat olahraga, musik, nobar bersama, dan kegiatan lain yang lebih soft,” ujar Agung.
Meski diguyur hujan, antusiasme warga tetap tinggi. Masyarakat dari berbagai kalangan usia terlihat hadir memadati lokasi nobar untuk menyaksikan laga klasik sepak bola nasional tersebut.
“Walaupun suasana hujan, masyarakat tetap hadir cukup banyak dan antusias. Dari usia muda sampai dewasa semua hadir. Saya memang ingin memberikan pendekatan yang berbeda kepada masyarakat,” katanya.
Ia menjelaskan, selama ini dirinya kerap melakukan berbagai kegiatan nonformal bersama warga, mulai dari hiking bersama hingga aksi sosial dan lingkungan. Menurutnya, pola pendekatan seperti itu lebih mudah diterima masyarakat saat ini.
“Politik zaman sekarang harus pintar mendekat kepada masyarakat. Masyarakat ingin menerima hal-hal yang lebih simpel dan tidak penuh gesekan. Politik bukan hanya soal mencari kekuasaan, tapi juga kegiatan sosial, menanam pohon, bersih-bersih, hingga membantu masyarakat,” ungkapnya.
Agung juga menyinggung kegiatan gotong royong yang sebelumnya dilakukan jajaran partai dan anggota dewan untuk membantu Kebun Binatang Bandung melalui pemberian bantuan makanan satwa.
“Ketua kami selalu mengajarkan bahwa politik itu bukan hanya mencari kekuasaan, tetapi juga hadir lewat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.
Terkait pertandingan, Agung menyebut kecintaan masyarakat Jawa Barat terhadap Persib Bandung sudah menjadi bagian dari identitas daerah.
“Persib itu jati diri Jawa Barat. Dari anak kecil sampai orang dewasa semua mencintai Persib karena sudah mengalir di darah masyarakat Jawa Barat,” ujarnya.
Ia juga berharap kejayaan sepak bola dapat kembali hadir di Kota Cimahi melalui lahirnya klub yang mampu menjadi wadah atlet-atlet lokal. Menurutnya, masyarakat Cimahi masih memiliki harapan besar terhadap perkembangan sepak bola daerah setelah klub PSKC mengalami perubahan kepemilikan.
“Sebetulnya masyarakat Cimahi punya harapan besar agar ada klub yang bisa mewadahi atlet-atlet sepak bola Kota Cimahi dan membawa nama baik daerah. Saya juga di pengurus PSSI, jadi tentu berharap sepak bola Cimahi bisa terus berkembang,” tandasnya.