Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira  menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Perhubungan Kota Cimahi Tahun 2026,
Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Perhubungan Kota Cimahi Tahun 2026, [Diskominfo Kota Cimahi]
News

Adhitia Ungkap Persoalan Perhubungan Tuntas 2030

Limawaktu.id, Kota Cimahi - Wakil Wali Kota Cimahi Adhitia Yudisthira mengungkapkan, Tahun 2027 adalah fase maturity atau fase kematangan. Maka forum Perangkat Daerah Dinas Perhubungan Kota Cimahi  jangan disia siakan untuk bekerjasama dengan para stakeholder dalam penuntasan persoalan yang dihadapi.

Hal itu diungkapkan Adhitia saat menghadiri Forum Perangkat Daerah (FPD) Dinas Perhubungan Kota Cimahi Tahun 2026, membahas Rencana Kerja Tahun 2027. Kegiatan ini digelar di Ballroom Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Cimahi, belum lama ini.

Menurut Adhitia, forum ini menjadi momentum penting untuk memastikan setiap program benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pemerintah menargetkan persoalan-persoalan perhubungan dapat tertuntaskan secara bertahap hingga tahun 2030.

“Sektor perhubungan merupakan urat nadi pembangunan yang menentukan wajah dan kualitas sebuah kota,” katanya.

Dia menjelaskan, sebagai kota urban, Cimahi menghadapi tantangan khas kota urban, mulai dari kemacetan, pelayanan Transportasi publik, hingga persoalan integrasi. Adhitia menilai, ciri kota maju tercermin dari infrastruktur perhubungan yang maju.

Adhitia juga menekankan sejumlah fokus utama Dinas Perhubungan pada tahun 2027. Salah satunya adalah penataan dan optimalisasi penerangan jalan umum (PJU), baik PJU jalan kota maupun PJU dekoratif di ruas jalan provinsi.

Menurutnya, perlu dilakukannya pendekatan jemput bola terkait PJU dekoratif yang berada di bawah kewenangan provinsi.

“Walaupun terlihat seperti ornamen, PJU itu kebermanfaatannya terasa,” tegasnya.

Selain itu, marka jalan juga diminta untuk diperjelas dan ditegaskan, termasuk garis tepi (border line), agar menciptakan keindahan serta keselamatan pengguna jalan.

Terkait kemacetan, Adhitia menyoroti simpang Kolmas Citeureup yang meskipun telah dilengkapi APIL, masih menuai protes warga. Ia menyebut pelebaran radius tikung sebagai salah satu solusi yang perlu dikaji dan ditetapkan melalui kebijakan yang tepat.

Selain itu, APIL yang sebelumnya rusak diminta untuk segera difungsikan kembali, serta pengembangan sistem Area Traffic Control System (ATCS) mulai digagas sebagai bagian dari pengelolaan lalu lintas modern.

Baca Lainnya