Jumat, 19 Februari 2021 15:15

488 Tenaga Kesehatan di Cimahi Batal Divaksin Covid-19

Reporter : Bubun Munawar
Salah seorang tenaga kesehatan sedang divaksin Covid-19, belum lama ini
Salah seorang tenaga kesehatan sedang divaksin Covid-19, belum lama ini [limawaktu.id]

Limawaktu.id,- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi mencatat, ada 488 tenaga kesehatan (nakes) di Kota Cimahi batal dilakukan Vaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19) . Ratusan nakes tersebut batal divaksin dengan berbagai penyebab.

 Selain itu, ada sebanyak 504 nakes yang juga terpaksa harus ditunda dikarenakan kondisinya belum memungkinkan untuk disuntikan vaksin produksi Sinovac tersebut.

 "Vaksin yang batal tahap pertama itu untuk nakes ada 480 dan kedua baru 8. Yang  ditunda tahap pertama 414, dan yang kedua sudah 90," ungkap Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Cimahi, Chanifah Listyarini, Jumat (19/2/2021).

 Tercatat jumlah nakes yang sudah divaksin dosis pertama totalnya mencapai 3.897 orang. Kemudian untuk pemberian dosis kedua hingga kemarin tercatat sudah ada 3.236 orang yang sudah disuntik vaksin Covid-19.

 Rini, sapaan Chanifah Listyarini menjelaskan, ada beragam penyebab para nakes yang terpaksa ditunda untuk penyuntikan vaksin Covid-19. Seperti hipertensi, sedang sakit dan sebagainya. Kemudian yang batal karena menyusui, ibu hamil, komorbid atau memiliki penyakit penyerta dan sebagainya.

“Ya, seperti yang hamil sama menyusui kan itu tidak bisa kalau saat awal-awal. Kemudian yang punya penyakit bawaan atau komorbid. Meskipun sekarang juknisnya sudah direvisi," jelasnya.

 Untuk tahapan vaksin selanjutnya, Dinas Kesehatan Kota Cimahi masih menunggu kiriman vaksin covid-19 dari Pemprov Jabar untuk vaksinasi tahap 2. Vaksin tersebut rencananya diperuntukkan bagi warga berusia lansia dan petugas pelayanan publik.

 "Kita masih menunggu konfirmasi kedatangan vaksin dan jumlah kuota yang didapat. Terutama untuk lansia dan petugas pelayanan publik," ujarnya.

 Pada tahap kedua ini, daftar kelompok prioritas meliputi masyarakat yang memiliki interaksi serta mobilitas tinggi dan dianggap rentan terpapar Covid-19. Pihaknya mengajukan data lansia sekitar 65.000 orang untuk mendapat vaksinasi covid-19, ditambah 600.000 orang data pelayanan publik. Meliputi guru, tokoh agama dan penyuluh agama, wakil rakyat, pejabat pemerintah, ASN, petugas keamanan termasuk TNI dan Polri, petugas pariwisata, hotel, dan restoran, termasuk wartawan.

 "Begitu vaksinnya datang kita akan laksanakan untuk lansia. Dapatnya dosis 2 kali dengan jarak 28 hari, persyaratannya sesuai Kemenkes. Diharapkan selesai tanggal 5 April 2021. Untuk pelayanan publik, dimulai 1 Maret 2021," kata Kepala Bidang Program Pengendali Penyakit Dinas Kesehatan Kota Cimahi Artha Satyawati.

Baca Lainnya

Topik Populer