Jumat, 24 Juni 2022 23:27

29,9 Juta Warga Jawa Barat Sudah Menjadi Peserta BPJS Kesehatan

Reporter : Bubun Munawar
Analis Jaminan Pembiayaan BPJS Kesehatan Kepwil Jaw Barat, Utami Sri Rahayu, menyampaikan data terbaru peserta BPKS Kesehatan di Jawa Barat, Jum'at (24/6/2022)
Analis Jaminan Pembiayaan BPJS Kesehatan Kepwil Jawa Barat, Utami Sri Rahayu, menyampaikan data terbaru peserta BPJS Kesehatan di Jawa Barat, Jum'at (24/6/2022) [Limawaktu]

Limawaktu.id, - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kepwil Jawa Barat merilis data terbaru terkait kepesertaan BPJS Kesehatan di Jawa Barat.

Menurut  Analis Jaminan Pembiayaan BPJS Kesehatan Kepwil Jawa Barat, Utami Sri Rahayu, di  Jawa Barat kepesertaan BPJS Kesehatan hingga 24 Juni ini sudah mencapa  86,96%  atau sekitar 29,930 juta orang  dengan Fasilitas Kesehatan Tingkat pertama (FKTP), yang telah bekerjasama sebanyak 2.205, dan 232 untuk  Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut (FKRTL). .

Dari jumlah  tersebut  urutan tiga besar prosentase peserta BPJS Kesehatan ada di Kota Cirebon dengan jumlah 354.254 orang  atau 103 persen dari jumlah warga Kota Cirebon, disusul Kota Cimahi dengan 549.923 peserta atau 98 persen dari jumlah penduduk serta Kota Bandung dengan 2.476.184 peserta atau 97.9 persen dari  total penduduk.    

“Setiap daerah mempunyai kesulitan dan tantangan tersendiri dalam menjalankan program pemerintah ini,” ungkapnya, saat digelarnya kegiatan Media Gathering, di Bandung, Jum’at (24/6/2022).

Dikatakannya, dengan semakin melandainya Covid 19 ,  BPJS Kesehatan terus meningkatkan pelayanan yang mengharuskan secara online. Namun, peserta tak perlu khawatir, karena  pihaknya menghadirkan Mobile JKN, CHIKA, VIKA, Care Center 165 dan PANDAWA.

“Banyak fitur-fitur lainnya yang bisa dimanfaatkan para peserta tanpa harus tatap muka,” paparnya.

Sementara, Deputi Direksi Wilayah Jawa Barat BPJS Kesehatan,  Fachurrazi  yang hadir secara daring mengungkapkan, Media Gathering  dilakukan untuk menjalin komunikasi dan koordinasi antara Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dengan seluruh awak media di Kedeputian Wilayah Jawa Barat.  

Fachrurrazi mengatakan, Media Gathering dilakukan untuk memberikan informasi seputar JKN-KIS  2022.  

“Kami sering menerima masukan positif dari rekan-rekan media terkait dengan pelayanan JKN ini, selain  menyampaikan  informasi-informasi yang mendidik mengenai Program JKN-KIS kepada masyarakat," katanya.

Dia berharap  awak media bisa menyebarkan informasi-informasi atau berita positif dan bersifat edukatif  kepada  warga  Jawa Barat.

"Dengan Media Gathering,  kami  membekali para awak media bagaimana program JKN-KIS dilaskanakan serta sejumlah pelayanan yang diberikan oleh BPJS Kesehatan baik tentang antrian online, isu kenaikan iuran  dan lainnya,” tuturnya.

Baca Lainnya