Ilustrasi Pelaku UMKM di Cimahi
Ilustrasi Pelaku UMKM di Cimahi [Net]
News

19 Ribu Pelaku Usaha di Cimahi Sudah Mendaftar Bantuan Usaha Rp 2,4 Juta

Cimahi - Pemkot Cimahi mencatat hingga Selasa (25/8/2020) ada sekitar 19 ribu pelaku usaha yang mendaftarkan agar mendapat Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp 2,4 juta dari pemerintah pusat.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperind) Kota Cimahi, Adet Chandra Purnama mengatakan, dari 19 ribu pelaku usaha mikro yang mendaftar, yang baru diinput ke pusat oleh pihaknya baru sekitar 9 ribu.

"Sampai hari ini sudah 19 ribu lebih. Yang sudah diinput 9 ribu. Masih on progres terus, setiap hari kita input," kata Adet, Selasa (25/8/2029).

Dikatakan Adet, data tersebut dipastikan akan terus bertambah mengingat saat ini proses pendaftaran masih berlangsung dan tidak dibatasi.

"Sejauh ini sih belum ada informasi kuota pelaku usaha dari Cimahi berapa," ujar Adet.

Untuk pendaftaran, terang Adet, ada tiga pintu yang bisa dimanfaatkan para pelaku usaha di Kota Cimahi. Melalui koperasi, Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) seperti Bank BRI, Bank Mandiri, BTN dan BNI.

Jalur selanjutnya melaui Disdagkoperind Kota Cimahi. Setelah data tersebut terkumpul, maka akan langsung diinput secara daring atau online ke pemerintah pusat melalui Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) RI.

"Kita verifikasi langsung diinput. Nanti yang pembersihan berkasnya, yang mengolahnya sama pusat. Kita hanya verifikasi pencocokan nama, nomor KTP," jelas Adet.

Adet menerangkan, salah satu syarat mutlak para pelaku usaha mikro yang berhak menerima bantuan usaha tersebut adalah tidak sedang menerima kredit modal kerja dan investasi dari perbankan.

Kemudian, syarat lainnya adalah pelaku usaha merupakan Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), memiliki usaha mikro yang dibuktikan dengan surat usulan dari pengusul lampirannya, bukan ASN, bukan anggota TNI/Polri hingga bukan pegawai BUMD/BUMN.

Jika data pelaku usaha yang dihimpun dan diinput memenuhi syarat untuk menerima bantuan, nantinya akan dihubungi.

"Pencairan itu pertama Agustus. Berikutnya September sampai Desember secara bertahap," tukas Adet.

Baca Lainnya