Senin, 1 Maret 2021 13:22

160 ASN Pemkot Cimahi Divaksin Covid-19

Reporter : Bubun Munawar

Limawaktu.id,- Sedikitnya ada 160 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkot Cimahi mulai diberikan vaksin Covid-19 untuk eselon II dan tiga, yang digelar pada Senin (1/3/2021) dan Selasa (2/3/2021) besok, di Aula Grdung B Pusat Perkantoran Pemkot Cimahi.

 Menurut  Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit  Menular (P2PM)  Dinkes Kota Cimahi Romi Abdurrahman, pada hari ini pihaknya melakukan vaksinasi untuk 160 ASN di lingkungan Pemkot Cimahi yang akan dilanjutkan pada Selasa besok, meskipun ditargetkan ada 160 ASN yang divaksin, namun pelaksanaannya dipastikan tidak 100 persen, karena ada yang sakit atau tidak memenuhi syarat untuk menerima vaksin Covid-19.

 “Targetnya sih 160 orang eselon 3 tapi pelaksanaannya pasti tidak akan pas jumlahnya karena berbagai alasan,” terangnya, disela vaksinasi di lingkungan Pemkot Cimahi.

 Dikatakannya, untuk vaksin ASN yang lain akan dilakukan pada minggu depan, sementara untuk minggu ini akan dilakukan vaksinasi masal bagi para pedagang disalah satu pasar di Kota Cimahi. Vaksinasi dilakukan agar bisa menekan angka  penyebaran covid-19 di Kota Cimahi.

 Sementara, salah seorang ASN Kota Cimahi Andri Gunawan menyatakan tidak merasa sakit saat disuntik vaksin Covid-19, dengan dilakukannua vaksinasi Covid19 ini dirinya berharap agar daya tahan tubuhnya menjadi lebih kuat sehingga terhindar dari Covid-19.

 Sebelumnya, jajaran guru Kota Cimahi mulai menerima vaksinasi Covid-19. Guru menjadi salah salah prioritas penerima vaksin agar kegiatan pembelajaran tatap muka di sekolah dapat kembali dilakukan.

 Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Cimahi Harjono mengatakan, pelaksanaan vaksinasi covid-19 untuk guru berlangsung mulai Rabu (24/2/2021) bersamaan dengan vaksinasi tahap II yang berlangsung serentak di Kota Cimahi.

 "Guru mendapat jatah vaksin pada tahap II ini. Untuk pelaksanaan pertama sekitar 2.100 orang serentak di 13 puskesmas. Diharapkan bisa selesai dalam waktu dua hari dengan rata-rata pelayanan tiap puskesmas sekitar 140-150 orang," katanya.

 Para guru yang mengikuti vaksinasi tidak semua bisa mendapat vaksin covid-19. "Ada juga yang tidak bisa vaksin karena komorbid, hamil, atau kondisi lainnya. Bagi yang ditunda seperti tensi darah tinggi dicoba lagi setelah tensi menurun," ucapnya.

 

 

 

Baca Lainnya