Selasa, 7 Februari 2023 21:29

115 Warga Kota Cimahi Mengidap Kanker Payudara

Reporter : Bubun Munawar
Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan memantau pemeriksaan gejala kanker, Selasa (7/2/2023)
Pj Wali Kota Cimahi Dikdik S Nugrahawan memantau pemeriksaan gejala kanker, Selasa (7/2/2023) [Humas]

Limawaktu.id,-Penyakit Kanker di Kota Cimahi perlu mendapatkan perhatian semua pihak. Berdasarkan data laporan kanker tahun 2022 di Kota Cimahi yaitu kanker payudara sebanyak 115 orang, kanker leher rahim / serviks 6 orang, dan neoplasma / tumor jinak 445 orang.

Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan kepedulian individu dalam mencegah dan mengendalikan kanker dengan terdeteksinya sejak dini perempuan di kota Cimahi dari penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara melalui IVA test dan Sadanis.

Hal itu juga dikaitkan dalam rangka memperingati Hari Kanker Sedunia yang jatuh pada tanggal 4 Februari setiap tahunnya, Pemerintah Kota Cimahi melalui Dinas Kesehatan Kota Cimahi melakukan Kegiatan Pencanangan Deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan IVA test dan Sadanis di 15 kelurahan Tingkat Kota Cimahi 2023 bertempat di PT. Sansan Saudaratex Jaya pada Selasa (07/02/2023).

Adapun sasaran dalam kegiatan deteksi dini kanker leher rahim dan kanker payudara dengan IVA test dan sadanis di 15 kelurahan adalah wanita usia subur 30 – 50 tahun yang sudah menikah dengan sasaran 100 orang / kelurahan.

Kampanye multitahun hari kanker sedunia pada tahun 2022-2024 mengangkat tema “Close The Care Gap” yang dalam bahasa Indonesia berarti “tutup kesenjangan perawatan” bertujuan untuk membangun akses perawatan kanker yang lebih adil dan merata dan mengajak semua pihak terkait menutup kesenjangan dalam perawatan kanker sesuai perannya masing-masing.

Pj. Wali Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan mengungkapkan,  menyambut baik kegiatan ini karena merupakan salah satu upaya dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Kota Cimahi.

“Upaya pencegahan dan penanggulangan kanker leher rahim dan kanker payudara, bukan hanya tugas Dinas Kesehatan semata. Diperlukan kerjasama dan dukungan dari berbagai pihak.  Diharapkan dengan terwujudnya masyarakat yang mandiri untuk hidup sehat, angka kesakitan dan kematian karena kanker leher rahim dan kanker payudara di Kota Cimahi dapat diturunkan secara signifikan” tuturnya

Lebih lanjut Dikdik menjelaskan, salah satu penyebab tingginya kasus kanker di Indonesia adalah kondisi lingkungan yang terus menghasilkan bahan karsinogenik, seperti rokok, daging olahan dan sebagainya. Penyebab lain juga mempengaruhi seperti kebiasaan bergadang, kurang olahraga dan makan terlalu banyak.

Hampir 30-50% kanker dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko dengan menjalankan perilaku hidup cerdik (cek kesehatan secara rutin, enyahkan asap rokok, rajin aktivitas fisik, diet gizi seimbang, istirahat cukup, dan kelola stres). Imunisasi Hepatitis B dan HPV telah terbukti dapat mencegah jutaan kasus kanker di dunia. Kanker juga dapat dideteksi dini dan diobati segera sehingga angka kesembuhan juga tinggi.

 Kanker adalah penyebab kematian nomor dua di dunia, dan menyebabkan 9.6 juta kematian pada setiap tahun, yang mana angka ini hampir sama dengan jumlah penduduk Jakarta.  Diperkirakan 70% kematian akibat kanker terjadi di negara berkembang, termasuk Indonesia. Berdasarkan Globocan 2020, kasus baru kanker di Indonesia adalah sebanyak 396.314 kasus dengan kematian sebesar 234.511 orang. Kanker tertinggi pada perempuan adalah kanker payudara (65.858 kasus), diikuti kanker leher rahim (36.633 kasus). Kasus kanker tertinggi pada laki-laki adalah kanker paru (34.783 kasus), diikuti kanker kolorektal (34.189 kasus).

Sementara kasus kanker di Kota Cimahi periode 2015-2020 berdasarkan data RS yang ada di Kota Cimahi adalah kanker payudara 672 Orang dan kanker servix sebanyak 140 Orang. Berdasarkan data BPJS, kanker merupakan penyakit katastropik dengan pembiayaan kedua tertinggi setelah penyakit jantung (Rp3,5 triliun).

 

Baca Lainnya