Jumat, 19 Januari 2018 14:11

Terlanjur Termakan Isu, Sebagian Pedagang Ayam Memilih Mogok Berjualan

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah lapak atau kios daging ayam di Cimahi  sepi dari aktifitas berjualan.
Sejumlah lapak atau kios daging ayam di Cimahi sepi dari aktifitas berjualan. [limawaktu]

Limawaktu.id, - Para pedagang ayam di Pasar Tradisional Cimindi, Jalan Mahar Martanegara, Kota Cimahi terlanjur termakan isu aksi mogok lewat surat yang beredar.

Dari 17 pedagang ayam di Pasar Cimindi, sembilan di antaranya memilih tidak berjualan. Sementara delapan pedagang yang berjualan pun, hanya menjual stok daging sisa. Mereka berjualan pukul 04.00-08.00 WIB.

“Yang tidak jualan karena ada isu tidak ada stok, yang jualan ada sisa stok lebih kemarin,” kata Andri Gunawan, Koordinator Pasar Cimindi, Jum'at (19/1/2018).

Sebelumnya, surat edaran mogok berjualan yang mengatasnamakan Persatuan Pasar dan Warung Tradisional (PESAT) Jawa Barat beredar di kalangan pedagang di semua pasar tradisional di Kota Cimahi.

Namun, isu tersebut langsung ditepis oleh pihak kepolisian. Polisi secara tegas mengatakan, bahwa surat edaran yang mengajak mogok berjualan dari Jum'at hingga Sabtu itu dinyatakan palsu.

Dikatakan Andri, surat edaran tersebut membuat sejumlah pedagang khawatir akan adanya sweeping. Pasalnya, kejadian tersebut pernah dialami para pedagang dua tahun silam.

Untuk itu, para pedagang, apalagi yang tidak memiliki stok memilih tidak berjualan. Namun, Andri memastikan, besok akan berjualan kembali.

“Kalau isunya sampai hari Minggu. Tapi besok mau pada jualan lagi,” tandasnya.

Hal serupa terjadi di Pasar Atas Cimahi. Meski polisi sudah menyambangi pasar tersebut, kemarin soal kepalsuan surat edaran, dari 25 pedagang yang ada, mayoritas memilih untuk tidak berjualan.

Berdasarkan pantauan di dua pasar tersebut, sejumlah lapak atau kios daging ayam nampak sepi dari aktifitas berjualan.

Baca Lainnya