Senin, 5 April 2021 16:40

Pro-Kontra Dualisme Kepengurusan Kadin Kota Cimahi

Reporter : Lizikri Damar Tanjung Novela Andelin

Limawaktu.id- Dualisme kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di Kota Cimahi menimbulkan pro kontra dan pertanyaan masyarakat. Hal itu mengemuka pasca pelantikan Kepengurusan Kadin Kota Cimahi yang digelar di Gedung Cimahi Technopark, pada Minggu (4/4/2021). Kepengurusan baru tersebut dipimpin oleh Yupi Sopiansyah, sedangkan kepengurusan yang sudah ada (eksisting) bekerja di bawah pimpinan Asep Haryadi.

Ketua Kadin Kota Cimahi Asep Haryadi mengungkapkan, sesungguhnya Kadin Kota Cimahi bukan memiliki dua kepengurusan, melainkan merupakan Kadin yang terpisah sendiri dan tidak tergabung dengan Kadin pimpinannya.

“Perbedaannya, Kadin kami dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 1 Tahun ’87, kemudian selanjutnya sampai dengan sekarang ini. Nah bagaimana dengan mereka? Saya tidak bisa komentar dengan mereka, pembentukannya seperti apa, yang pasti mereka ada, tidak tahu seperti apa,” ungkapnya saat ditemui Limawaktu.id, Senin (5/4/2021).

Asep menambahkan, tahun ini Kadin di tingkat pusat dipimpin oleh Rosan Roeslani, kemudian untuk tingkat provinsi di Jawa Barat dipimpin oleh Cucu Sutara. Di Jawa Barat, Kadin tercabang di 27 kota dan kabupaten, salah satunya adalah Kota Cimahi yang dipimpinnya.

Di sisi lain, Ketua kepengurusan baru Kadin Kota Cimahi  Yupi Sopiansyah mengatakan, adanya lebih dari satu kepengurusan ini tidak menjadi masalah karena sama-sama bekerja untuk Kota Cimahi selama memiliki niat yang baik dan tidak ada penjegalan.

“Saya sih mottonya Fastabiqul Khairat (berlomba dalam kebaikan, red) lah ya, mungkin dari pihak sebelah pun juga berniat baik untuk Cimahi, dan pihak kita pun juga berniat baik untuk Cimahi, kita sama-sama punya program, kita beradu program dengan tujuan positif,” katanya saat dijumpai seusai acara pelantikan, Minggu (4/4/2021).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian (Disdagkoperin">Disdagkoperin">Disdagkoperin) Kota Cimahi  Dadan Darmawan mengatakan, dirinya sempat menanyakan perihal perbedaan Kadin karena Kota Cimahi sudah memiliki Kadin. Namun untuk saat ini pihaknya tidak mempermasalahkan hal tersebut.

“Mereka (Kadin baru, red) tidak berkonflik, bahkan mereka menawarkan bisa berkolaborasi dengan Kadin yang ada walaupun sama-sama Kadin,” katanya.

Dadan berharap ke depannya tidak terjadi konflik antar Kadin dan benar-benar dapat berkolaborasi menjadi satu kekuatan untuk membangkitkan ekonomi masyarakat Kota Cimahi.

Baca Lainnya