Rabu, 22 November 2017 19:43

Perempuan Hebat yang Jadi Tulang Punggung Keluarga

Reporter : Fery Bangkit 
Sejumlah perempuan di Cimahi mendapatkan pencerahan soal Pemberdayaan oleh Pemkot Cimahi.
Sejumlah perempuan di Cimahi mendapatkan pencerahan soal Pemberdayaan oleh Pemkot Cimahi. [Limawaktu]

Limawaktu.id,- Jerat sosial dan ekonomi telah membawa sekitar 160 lebih perempuan berpredikat istri di Kota Cimahi menjadi kepala rumah tangga. Di antaranya, suami mereka tak memiliki pekerjaan, terkena penyakit dan memang sudah bercerai. Kondisi tersebut memaksa mereka harus berpikir keras mencari pundi rupiah.

Udji lusiyanti (35), warga Kelurahan Cigugur Tengah, Kecamatan Cimahi Tengah, Kota Cimahi menuturkan, ia sudah hampir tiga tahun menjadi tulang punggung keluarga.
Hal tersebut lantaran suaminya kini tidak bekerja lagi, pasca dirumahkan oleh perusahaan tahun 2014. Penghasilan suami yang tak menentu memaksanya bekerja sendiri sebagai buruh pabrik. "Suami sekarang dagang pake gerobag dorong, tapi gak nentu hasilnya," ujar Udji, Rabu (22/11/2017).

Meski begitu, ia tetap menikmati perannya saat ini dan tidak dijadikan beban. Dikatakannya, penghasilannya masih cukup untuk membiayai hidup kedua anaknya.
"Cukuplah insya Allah. Suaminya juga masih ada (penghasilan) meski gak tentu. Rezeki mah dari mana aja," tuturnya.

Berperan sebagai tulang punggung pun harus dijalani Yanti Widia (33), warga Kelurahan Cimahi, Kecamatan Cimahi Tengah. Sejak memutuskan berpisah dengan suaminya tiga tahun lalu, ia harus bekerja keras memenuhi kebutuhan ia dan anak semata wayangnya. "Walaupun dalam syariatnya posisi kepala keluarga itu laki-laki sebagai penanggung jawab keluarga, tapi kalau kita dalam posisi terdesak, saya yakin wanita juga bisa menggantikan posisi tersebut," katanya.

Menurut Yanti, zaman sekarang ini perempuan jadi kepala keluarga bukan merupakan hal aneh lagi. Kini fokus mengembangkan usahanya. "Yang penting komitmennya sebagai seorang ibu gak ditinggalkan. Jangan bermental fakir, yang penting berusaha," tandasnya.

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Cimahi, Maria Fitriana mengatakan, perempuan yang merangkap jadi tulang punggung keluarga memiliki tanggung jawab yang cukup berat. Karena mereka sebagai tulang punggung keluarga harus bisa menghidupi keluarganya," ujarnya saat ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Pemberdayaan Perempuan Tingkat Kota Cimahi.

Dalam kesempatan tersebut, Maria mendorong para perempuan bisa meningkatkan taraf hidup ekonominya. Pasalnya, kata dia, perempuan-perempuan di Kota Cimahi memiliki kemampuan dan potensi luar biasa. "Dari sisi ekonominya, banyak hak yang bisa ditampilkan, banyak potensi yang bisa dimunculkan. Yang kita harapkan, mereka bisa mengambil kesempatan yang memunculkan produk-produk potensi mereka," katanya. (kit)

Baca Lainnya