Limawaktu.id,- Badan Pusat Statistik (BPS) Kota cimahi menyebutkan, daya beli masyarakat Cimahi tergolong rendah. Hal tersebut disebabkan rendahnya penghasilan warga.
Rendahnya daya beli masyarakat kontras dengan Indeks Pembangunan Manusia (ipm) Kota Cimahi yang menempati peringkat ke empat dari 27 Kabupaten/ Kota di Jawa Barat.
Kepala BPS Kota Cimahi, Erwan Syahriza mengatakan, untuk meningkatkan daya beli masyarakat, Pemerintah Kota Cimahi harus membuat program-program yang mampu mendorong penghasilan masyarakat.
"Tentunya Pemerintah harus mampu meningkatkan atau menaikan pendapatan masyarakat Cimahi kalau memang benar ingin meningkatkan daya beli masyarakat yang masih terbilang lemah," katanya saat dihubungi, Minggu (6/5/2018)).
Menurutnya, daya beli masyarakat merupakan bagian komponen ketiga setelah pendidikan dan kesehatan dalam konten IPM. Sehingga meski tingkat pendidikan dan kesehatan Cimahi di atas rata rata Provinsi Jawa Barat. Namun jika daya beli masyarakat masih lemah maka, tetap akan berpengaruh pada garis kemiskinan masyarakat kotanya.
"IPM Kota Cimahi mencapai 76,69 lebih tinggi dari IPM Jawa Barat yang mencapai 70,05. Cimahi menempati ranking ke empat setelah Kota Bandung, Kota Bekasi dan Kota Depok," ujarnya.
Erwan menjelaskan, untuk mengukur garis kemiskinan disetiap kota, dapat dilihat dari angka pendapatan ideal masyarakat perbulan dalam menutupi kebutuhan. Selain itu garis kemiskinan ini dapat dilihat juga dari data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dengan melihat kemapuan daya beli kebutuhan dasar kalori yang berjumalah 2.200 kal dari kebutuhan makanan sehari hari.
"Idealnya standar kehidupan layak per kapita di Kota Cimahi adalah sebesar Rp 347.000 per kapita perbulan. Sehingga dibawah itu bisa disebut miskin," jelasnya.
Erwan menuturkan, ada perbedaan dalam menentukan standar layak hidup disetiap kabupaten kota, sebab standar hidup layak ditentukan dari perbedaan harga pada setiap wilayah.
"Untuk mengetahui nilai tersebut dilakukan beberapa survei seperti susena, sakernas untuk tingkat kelayakan kehidupan masyarakat," tandasnya.