Sabtu, 18 November 2017 21:44

HIPMI Dorong Pembangunan Bandung Skin Goal

Ketua HIPMI Kabupaten Bandung, Andri Juwandi.
Ketua HIPMI Kabupaten Bandung, Andri Juwandi. [Istimewa]

Limawaktu.id - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) akan mendorong program Bupati Bandung yakni pembangunan Bandung Seribu Kampung Industri Go International (Skin Goal), sehingga akan melibatkan Perbankan, komunitas seperti Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bandung dan lain-lainnya.

Hal tersebut dikatakan Ketua HIPMI Kabupaten Bandung, Andri Juwandi. Menurutnya, selain bekerjasama dengan sejumlah komunitas, pihaknya pun akan kerjasama dengan little bandung dan kerjasama dengan Malaysia Indonesia Corporate Hours.

"Tanggal 19 November ini kita sudah dua tahun, sehingga di masa bakti saat ini sudah mengadakan 60 kegiatan. Dan untuk kedepannya kita akan mendorong program Bupati Bandung, yakni pembangunan Bandung Seribu Kampung Industri Go International atau Skin Goal," kata Andri kepada Limawaktu.id, Sabtu (19/11/2017).

Menurutnya, little Bandung yang membawa produk produk di Jawa Barat atau Bandung untuk dibawa ke Korea, Malaysia, Singapur dan negara lainnya. Untuk kedepannya, kata Andri, pihaknya juga menginginkan go internasional itu bukan hanya produk ke luar negeri, namun harus berjalan di online dan marketnya pun sudah kuat.

"Karena di Kabupaten Bandung, dengan banyaknya sentra sebetulnya kekuatannya ada di produsen, tapi pemasarannya kita tetap mengandalkan wilayah Kota Bandung," ungkap Andri,  yang saat ini memiliki anggota 150 orang dan mitra binaan sebanyak 800 anggota.

Andri juga mengakui, saat ini PR pertama HIPMI harus mendorong program dengan banyaknya sentra. Dengan adanya sentra oleh-oleh disatu tempat untuk memasarkan produk dan membuat market blasnya secara online dan membantu secara perbankan. Sehingga para pelaku usaha teman-teman binaan agar bisa mendapat pinjaman dari Kredit Usaha Rakyat (KUR) "Alhamdulillah sekarang sudah berjalan dengan sejumlah bank," ucapnya.

Saat ditanyai produk apa saja yang dikirim ke luar negeri, Andri pun menerangkan, produk yang sudah ke mancanegara merupakan produk sepatu, sonket dan topi, untuk makanan masih digarap, seperti makanan olahan yakni rujak cireng dan makanan lainnya.

"Paling kerasa waktu kita ke Spanyol, yaitu melihat produk topi dari kita laku disana," paparnya. (lie)*