Kamis, 5 Juli 2018 23:06

'Geber' Pemahaman Pembuatan Pupuk, BBPP Lembang Gelar Pelatihan

Reporter : Fery Bangkit 
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengadakan pelatihan pembuatan pupuk berbahan baku air kencing kelinci kepada para petani di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.
Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengadakan pelatihan pembuatan pupuk berbahan baku air kencing kelinci kepada para petani di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Sekitar 80% lebih petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) telah mendapat pelatihan Pembuatan Pupuk berbahan urine kelinci ini.

Namun mereka belum mengaplikasikannya karena pembuatannya harus melalui proses fermentasi yang cukup lama, sehingga para petani masih sering menggunakan pupuk instan di pasaran.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang mengadakan pelatihan pembuatan pupuk berbahan baku air kencing kelinci kepada para petani di wilayah Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

Efan Driyana, Penyuluh Pendamping Pertanian wilayah Lembang dari Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Kehutanan (Distanbunhut) Kabupaten Bandung Barat mengungkapkan, penggunaan pupuk berbahan dasar urine kelinci ini bisa menghemat pengeluaran petani hingga 50 persen bila dibandingkan dengan menggunakan pupuk di pasaran.

"Cara pembuatannya cukup mudah dan sederhana, hanya tinggal mencampur urine dengan air kelapa, terasi dan gula putih. Cuma kendalanya, petani di sini masih malas membuatnya, padahal khasiatnya sangat bagus untuk pertumbuhan tanaman," jelasnya di sela-sela memberikan penyuluhan kepada Kelompok Tani Mekarsari Satu, Kampung Nyampai, Desa Langensari, Lembang, Bandung Barat, Kamis (5/7/2018).

Dia menyatakan, kandungan unsur hara untuk tanaman jika menggunakan pupuk dari urine kelinci lebih tinggi dibandingkan yang lainnya. Bahkan, pupuk jenis ini bisa dijadikan alternatif bagi petani di saat harga pupuk kimia yang cukup mahal. Para petani juga bisa dengan mudah memperoleh bahan baku urine kelinci karena jumlah peternak di wilayah Lembang cukup banyak.

"Manfaat pupuk organik cair ini untuk menambah unsur hara makro maupun mikro di dalam tanah. Unsur hara yang didapat dari nitrogen 23,3 persen, kandungan unsur P-nya 17,3 persen dan K-nya 0,5 persen. Jadi keunggulan urine kelinci ini memiliki unsur hara yang lebih tinggi dibandingkan yang lainnya," bebernya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelatihan non Aparatur BBPP Lembang, Irwan Waluya selaku ketua pelaksana menyatakan, pertanian di Indonesia telah diarahkan untuk menerapkan good agriculture practices.

"Jadi, yang diharapkan oleh konsumen itu,  terutama dari luar negeri, sayuran asal Indonesia harus bebas residu pestisida. Sedikit-sedikit para petani pun diharapkan mulai meninggalkan pupuk kimia," ungkapnya.

Dia menjelaskan, pendidikan dan pelatihan teknis agribisnis sayuran di BBPP Lembang terselenggara berkat kerja sama antara pemerintah Indonesia dengan Taiwan Technical Mission.

Menurut dia, pelatihan yang diberikan ditujukan agar para petani dapat langsung mempraktekan di lapangan. Apabila sudah banyak petani yang menggunakan pupuk organik cair, ke depannya akan dibentuk badan usaha koperasi yang bisa memasarkan langsung hasil pertanian ke negara Taiwan.

"Antusiasme para petani luar biasa. Pada 2017 kami mengadakan pelatihan untuk 20 angkatan yang berjumlah 600 petani, pada 2018 dan 2019, sasaran kami juga sebanyak 600 petani untuk di wilayah Bandung Barat dan Kabupaten Bandung. Jadi selama tiga tahun, kami melatih 1.800 petani," jelasnya.

Baca Lainnya