Kamis, 1 Maret 2018 10:59

Dishub KBB Menargetkan Pendapatan Rp 594 Juta dari Retribusi Parkir On Street

Reporter : Fery Bangkit 
Kepala Dishub KBB Ade Komarudin didampingi Kabid Teknik dan Prasaran A Fauzan.
Kepala Dishub KBB Ade Komarudin didampingi Kabid Teknik dan Prasaran A Fauzan. [Limawaktu]

Limawaktu.id - Dinas Perhubungan Kabupaten Bandung Barat (KBB) menargetkan pendapatan Rp 594 juta dari retribusi parkir on street di Bandung Barat.

Untuk mewujudkan target tersebut, pihaknya akan berupaya menggenjot pemasukan daerah dari retribusi parkir. Terutama dari potensi dari tempat-tempat pariwisata mengingat di KBB banyak tempat pariwisata sehingga perputaran keluar masuk kendaraam cukup tinggi.

Kepala Dishub KBB Ade Komarudin didampingi Kabid Teknik dan Prasaran A Fauzan menjelaskan, retribusi parkir yang masuk ke Dishub hanya untuk parkir on street. Sedangkan parkir off street itu kategori pajak daerah yang masuk ke Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD).

"Untuk target retribusi parkir tahun ini kami menargetkan Rp 594 juta," tuturnya usai sosialisasi retribusi parkir ke pengelola pariwisata dan hotel se-Bandung Barat, yang digelar di Hotel Yehezkiel, Lembang, Rabu (28/2/2018).

Ade menyebutkan, secara keseluruhan target pemasukan retribusi setahun pihaknya sebesar Rp2,5 miliar. Yang terdiri dari retribusi parkir Rp594 juta, terminal Rp565, sisanya retribusi Pajak Kendaraan Bermotor dan Izin Trayek Angkutan. Dengan semakin baiknya pengelolaan dan berkurangnya kebocoran, pihaknya optimis target itu bisa tercapai seperti tahun lalu.

Berdasarkan Perda retribusi parkir untuk motor Rp 1.000 dan mobil Rp 2.000/jam untuk tempat wisata. Sehingga jika ada petugas parkir menerapkan tarif lebih dari itu maka menyalahi aturan. Selain itu petugas juru parkir (jukir) resmi yang saat ini tercatat sebanyak 250 personel juga wajib memberikan tiket parkir kepada masyarakat. 

"Kami juga akan membentuk tim perparkiran yang melibatkan semua stakeholder terkait titik-titik parkir ilegal dengan menggandeng polisi dan Satpol PP untuk penataannya," pungkasnya.

Bupati Bandung Barat, Abubakar mengapresiasi inisiatif Dishub yang mencoba berbaur dengan mitra pemda seperti badan usaha swasta atau pengelola objek wisata. Sebab potensi perparkiran dari sektor tersebut cukup potensial mengingat KBB merupakan daerah yang banyak terdapat tempat wisata.