Rabu, 24 April 2019 11:48

Cobek Doraemon Hingga Buah Strawberry Padalarang 'Terbang' Sampai Hongkong

Reporter : Fery Bangkit 
Siti Yuli Santika Pemilik KLG Alam Jaya berusia 35 tahun memperlihatkan cobek hasil produksinya.
Siti Yuli Santika Pemilik KLG Alam Jaya berusia 35 tahun memperlihatkan cobek hasil produksinya. [ferybangkit]

Limawaktu.id - Bisnis cobek polos tanpa desain mungkin itu sudah biasa. Khususnya di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang memang terkenal akan cobeknya.

Ingin membuat cobek disertai inovasi pun muncul dari perempuan bernama Siti Yuli Santika. Pemilik KLG Alam Jaya berusia 35 tahun itu menginisiasi ide cemerlang dengan membuat cobek berkarakter.

Saat ditemui di Kampung Cipadang Manah, RT 03/16, Desa Padalarang, Kecamatan Padalarang, KBB, Rabu (24/4/2019), ia menceritakan asal usul pembuatan cobek berkarakter animasi dan buah-buahan. Seperti cobek yang memiliki motif Doraemon, Micky Mouse, Hello Kitty, Strawberry hingga Mangga.

Proses pembuatan cobek berkarakter.

Yuli, sapaan Siti Yulianti menuturkan, ide awal pembuatan cobek berkarakter itu muncul tahun 2017. Dimana saat itu ia merasa bahwa cobek harus diberikan sentuhan inovasi agar semakin diminati konsumen.

"Kalau untuk cobek karakter itu baru mulai dua tahunan. Saya kepikiran, bolu aja bisa pake karakter. Terus saya berpikir, kayanya cobek juga bisa dibikin karakter," jelas Yuli, sapaannya saat ditemui, Rabu (24/4/2019).

Proses awal pengerjaan cobek berkarakter.

Inovasi Yuli untuk membuat cobek berkakarter itu akhirnya berbuah manis. Sebab, alat untuk mengulek bumbu, sambel dan sebagainya itu mendapat respon positif dari konsumen. Bukan hanya pasar lokal, cobek seharga Rp 250 ribu itu tapi sampai juga ke Hongkong dan Singapura.

"Kalau yang pesan daerah Jawa Barat udah hampir semua, Jakarta. Dikirimnya melalui paket," ujarnya.

Pembentukan cobek berkarakter.

Setiap harinya, lanjut Yuli, pihaknya menerima hingga 17 pemesanan cobek berkarakter yang disesuaikan dengan keinginan konsumen. Tapi, permintaan itu tidak bisa dipenuhi dalam sehari.
Sebab untuk sementara ini, pihaknya baru mampu menyelesaikan 4-5 buah cobek berkarakter dalam sehari. 

Alasannya, ia masih kekurangan pekerja yang ahli untuk mengukir cobek berkarakter itu. Apalagi, proses pembuatan cobek biasa dengan cobek yang berkarakter itu jelas berbeda. Jika cobek biasa bisa diselesaikan hanya lima menit, maka cobek berkarakter itu pengerjaannya bisa sampai dua jam karena pengerjaannya lebih rumit. 

Siti Yuli Santika Pemilik KLG Alam Jaya berusia 35 tahun memperlihatkan cobek hasil produksinya.

"Kalau sekarang masih mentok dengan tenaga ahli, sekarang cuma bisa 4-5 biji sehari, sedangkan pesanan terkadang sampai membludak," terangnya.

Meski permintaan konsumen tak bisa dipenuhi dalam sehari, pihaknya tetap melayani pemesanan itu dengan sistem 'pending order'. Rencana ke depan, kata Yuli, cobek karakter itu akan diproduksi secara masal untuk memenuhi keinginan konsumen.

"Mudah-mudahan bisa diproduksi masal," ucapnya.

Cobek berbentuk doraemon dan buah.

Tatang (45), salah seorang pekerja mengakui sudah 10 tahun menjadi pembuat cobek. Namun khusus membuat cobek berkarakter, itu baru dilakoninya sejak dua tahun lalu.

"Saya belajar, latihan sendiri. Awalnya kaya susah, tapi lama-kelamaan bisa juga," tuturnya.

Baca Lainnya