Sabtu, 6 Februari 2021 19:14

APBN Jadi Instrumen Strategis Melawan Covid-19

Reporter : Saiful Huda Ems (SHE)
Sri Mulyani Menteri Keuangan RI
Sri Mulyani Menteri Keuangan RI [net]


Limawaktu.id,- Pandemi Covid-19 melumpuhkan kegiatan masyarakat dan ekonomi. APBN 2020 dan 2021 bekerja sangat keras menjadi instrumen counter cyclical melawan Covid-19, melindungi rakyat dan ekonomi serta memulihkannya.

Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, pada 2020 dan 2021 ini Belanja meningkat pada saat penerimaan negara menghadapi tekanan. Namun APBN tidak bisa diam, bahkan harus menjadi instrumen penting yang diandalkan rakyat dan dunia usaha.

"Tantangan Covid-19 masih sangat dinamis dan tidak pasti," ungkapnya, Sabtu (6/2/2021).

Dia mengajak semua pihak ikut melawan penyebaran Covid-19 dengan melanksanakan disiplin protokol kesehatan (3M - Memakai Masker - Menjaga Jarak - Mencuci tangan) agar kegiatan masyarakat dan perekonomian segera pulih kembali.
Tahun 2021, Pemerintah menyiapkan alokasi anggaran untuk program PEN sebesar Rp 627,96T naik 8,3% dari realisasi PEN 2020 sebesar Rp579,7 T.

Selain untuk belanja pemerintah di bidang kesehatan, program perlindungan sosial, serta dukungan terhadap UMKM dan korporasi, Pemerintah juga kembali memberikan insentif perpajakan hingga Rp47,3 T.

Melalui Peraturan Menteri Keuangan Nomor 9/PMK.03/2021 tentang Insentif Pajak untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019, mulai 2 Februari 2021 Pemerintah memberikan perpanjangan insentif pajak untuk membantu wajib pajak menghadapi situasi pandemi sampai dengan 30 Juni 2021.

"APBN uangkita, akan terus menjaga dan dijaga untuk melindungi rakyat dan Indonesia dengan akuntabel dan tata kelola yang baik dan hati-hati," pungkasnya.

Baca Lainnya