Pulang Magang dari Taiwan, Petani Milenial Harus jadi Wirausaha Mandiri
Limawaktu.id - Sebanyak 54 petani milenial bakal diberangkatkan keTaiwan melalui program magang. Sepulangnya, mereka diharapkan menjadi wirausahawan. Terrmasuk menjadi praktisi pertanian di perusahaan-perusahaan besar di Indonesia.
Sebelum diterbangkan pada 22 September mendatang, petani milenial tersebut melaksanakan pelatihan selama dua minggu sejak 18 Agustus-1 September 2019. Mereka merupakan petani dari Provinsi Jawa Barat, Sumatra Selatan, Lampung, Kalimantan Selatan, Sumatra Utara, Bali, NTT, dan Sulawesi Tenggara.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Kementerian Pertanian (Kementerian)
Dedi Nursamsi mengatakan saat ditemui di Balai Besar Pelatihan Pertanian (BBPP) Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jumat (13/9/2019).
"Pulang dari sana, dia menjadi praktisi pertanian, berwirausaha. Dia harus usaha pertanian sesuai ilmu yang dipelajari," imbuhnya. Sejak awal, tegas Dedi, tujuan pemberangkatan petani milenial ke Taiwan akan meningkatkan kompetensi dan profesionalisme. Lebih dari itu, Taiwan, Jepang dan Korea Selatan merupakan negara pengekspor komoditas pertanian. Dengan produktivitas dan kualitas yang tinggi.
Ia melanjutkan, sebagian lulusan magang ke depan juga harus menjadi praktisi pertanian di industri-industri besar di Indonesia. Mereka harus mendukung perusahaan menghasilkan produktivitas yang tinggi. "Bagaimana membangun sistem agri bisnis yang efisien dan berdaya saing," ungkapnya.