Jumat, 19 Juli 2019 13:45

Nihil Siswa Baru, Bagaimana Proses KBM di SMK BNN KBB? 

3 Orang siswa SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Hari pertama masuk sekolah umumnya riuh celotehan siswa baru. Tapi kondisi itu sepertinya tak akan terlihat di Sebab hingga Jumat (19/7/2019), belum ada satu nama pun yang menjadi siswa baru di sana.

Tanda-tanda tidak adanya siswa baru yang masuk ke sekolah yang terletak di di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Cibadak, RT 04/01 Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu terlihat dari Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

"Iya karena belum ada siswa baru, ya jadinya gak ada MPLS. Seperti yang terlihat sekarang, sepi," kata Gegi Jafarudin saat ditemui, Jumat (19/7/2019).

Mirisnya, pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2019, SMK BNN hanya menerima satu pendaftar. Itupun tidak melanjutkan sekolahnya karena tidak ada pendaftar lainnya. Untuk menambah jumlah siswa, pihak sekolah masih membuka pendaftaran sampai batas waktu yang belum ditentukan.

"Kita masih buka pendaftaran sampai sekarang. Kalau sampai gak ada murid baru, baru tahun ini," ujarnya.

SMK yang bernaung dibawah Yayasan Pendidikan BNN itu berdiri tahun 2012 namun belum memiliki bangunan mandiri. Ada tiga jurusan yang diusung pihak sekolah, yakni Farmasi, Administrasi Perkantoran dan Teknik Otomotif. Ditahun 2014, pihak yayasan akhirnya mendirikan bangunan sendiri SMK BNN.

SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN).

Dikatakan Gegi, angkatan pertama yang menjadi siswa di sekolahnya cukup banyak. Setidaknya ada 20 orang per kelas dari tiga jurusan yang ada. Namun, kondisi itu tak berlangsung lama. Sebab ditahun ajaran berikutnya peminat mulai menurun drastis.

"Saya jadi tenaga pendidik disini sejak tahun 2012. Dulu mah banyak, angkatan kedua mulai menyusut 5 sampai 6 siswa," terang Gegi.

Jika sampai proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang akan dimulai pada Senin (22/7/2019) mendatang, artinya SMK BNN hanya akan diikuti oleh 12 siswa saja. Rinciannya, 6 siswa kelas XI dan 6 siswa kelas XI.

"Sebenarnya yang daftar di sekolah kami tahun lalu ada 28 siswa, tapi pada pindah. Sekarang hanya sisa 6 yang naik ke kelas XI dan 6 yang naik ke kelas XII," ungkapnya.

Plang SMK Bhakti Nusantara Nasional (BNN) di Jalan Kolonel Masturi, Kampung Cibadak,RT 04/01 Desa Kertawangi, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB).

Gegi melanjutkan, jika memang sama sekali tidak ada siswa kela X, artinya ketimpangan antara jumlah tenaga pendidik dengan biaya operasional sangat jauh. Jumlah tenaga pendidik yang mencakup guru di SMK BNN mencapai 18 orang.

Kemudian untuk biaya operasional, kata dia, biaya yang harus dikeluarkan yayasan pun cukup besar. Hal itu memaksa pihak sekolah untuk menghapus jurusan Teknik Otomotif tahun ini.

"Otomotif kita hilangkan mulai tahun ini. Kalau SPP itu hanya Rp 125 ribu per bulan, murah," tuturnya.

Meski memiliki murid sedikit, ujar dia, para siswa maupun guru tetap semangat mengikuti proses KBM. "Ini kan sudah tanggung jawab kita, harus tetap semangat," tandasnya.