Melihat Katak Bercakar Afrika di Museum Discovery Floating Market
Limawaktu.id - Keberadaan African Clawed Frog atau katak bercakar asal Afrika ini menjadi salah satu daya tarik Museum Discovery di Kota Mini Floating Market.
Floating Market merupakan destinasi wisata yang terletak di kawasan wisata Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB). Pengelola langsung mendatangkan katak berwarna putih itu dari Sahara, Afrika.
Menurut keterangan yang berada di Museum Discovery, cakar itu digunakan untuk merobek makanannya. Hewan yang bisa tumbuh hingga 120 mm ini, biasanya menyantap cacing atau hewan yang ukurannya lebih kecil darinya.
Di kalangan ilmiah katak bercakar ini dinamai Xenopus. Umumnya Xenopus jantan memiliki ukuran badan dan kaki yang lebih langsing dibandingkan dengan betinanya.
"Kami memiliki sekitar 13 ekor katak albino (Xenopus laevis), perawatannya cukup mudah karena hewan ini bisa hidup meski tanpa saringan air," kata Agus, salah seorang perawat hewan di Museum Discovery, Kamis (14/6/2019).
Agus mengatakan, bagi pecinta aquascape hewan ini bisa menjadi pelengkap. Warnanya yang putih bisa menghasilkan warna yang kontras yang indah.
Kendati menggemaskan, Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan memasukkan hewan ini sebagai spesies yang invasif.
Keberadaanya mengancam kelangsungan hidup katak endemik yang berada di suatu habitat, karena memiliki tubuh yang beracun. Katak ini juga dikenal membuat air menjadi keruh.
"Selain katak albino, di sini juga ada Axolote, ikan aligator, ikan neon, dan ratusan spesies lainnya yang eksotis," ujarnya.