Jumat, 14 Juni 2019 13:10

Tawa Lepas Penyandang Disabilitas Usai Kalahkan Asisten II di Pertandingan Bocce

Permainan tradisional itu dipertandingankan di Selasar Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jumat (15/6/2019). [ferybangkit]

Limawaktu.id - Pemerintah Kota Cimahi mulai mengenalkan olahraga bocce. Permainan tradisional itu dipertandingankan di Selasar Aula Gedung B Pemkot Cimahi, Jln. Rd. Hardjakusumah, Jumat (15/6/2019).

Peserta yang ikut dalam pertandingan adalah para Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemkot Cimahi dan para atlet berkebutuhan khusus atau disabilitas yang tergabung dalam National Paralympic Comittee Indonesia (NPCI) Kota Cimahi.

Gelak tawa terlihat dari para peserta dan penonton yang menyaksikan permainan itu. Termasuk Wali Kota dan Wakil Wali Kota Cimahi, Ajay M Priatna-Ngatiyana yang nampak menikmati permainan bocce.

Wajah sumringah juga terpancar dari salah seorang peserta berkebutuhan khusus bernama Ahmad. Ia tertawa lepas bola berwarna merah yang dilemparnya mendekati bola berwarna putih.

Lemparan bola Ahmad membuat menjadi skor 3-0. Ia mengalahkan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kota Cimahi, Dikdik Suratno Nugrahawan. Kendati demikian, kedua kubu yang bersaing mengakhiri pertandingan dengan senyum bahagia mengingat permainan itu merupakan rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Cimahi ke-18.

Permainan bocce, merupakan salah satu cabang olahraga (cabor) yang pertama kali muncul di wilayah Timur Tengah dan kini diperlombakan di Special Olympic World Games (SOWG).
Untuk memainkan cabor ini diperlukan bola berukuran kecil dan besar. Idealnya, olahraga ini dimainkan di lahan berumput dengan lapang permainan sepanjang 27 meter yang diberi pembatas.

Bola kecil digunakan sebagai sasaran, sementara bola besar digunakan pelempar yang dibagi dalam dua regu atau kubu untuk mendekati bola kecil tersebut.

Semakin dekat jarak bola besar dengan sasaran, semakin besar poinnya. Setiap regu memiliki peluang sebanyak tiga atau empat kali untuk melempar. Kendati begitu, jangan sampai bola melewati batas karena poin akan diberikan pada lawan.

Cara melempar bola bocce ini mirip dengan gaya melempar bowling. Badan harus dibungkukan, jika badan tegak hal itu akan dianggap sebagai pelanggaran.

Instruktur bocce dari National Paralympic Comittee Indonesia (NPCI) Kota Cimahi, Andri Sugeng mengatakan, permainan bocce ini awalnya diperuntukan bagi penyandang tunagrahita.

"Namun seiring dengan perkembangan waktu, banyak orang juga memainkan olahraga ini," kata Andri.

Ia mengatakan, saat ini banyak bibit atlet bocce di Kota Cimahi, biasanya mereka berlatih di lapangan SLB-A Citeureup, Kota Cimahi. "Olahraga ini bisa mempersatukan," katanya.

Walikota Cimahi, Ajay M Priatna yang mencoba olahraga tersebut, mengatakan olahraga ini lebih banyak menggunakan perasaan dibandingkan kekuatan. "Ya lumayan seru juga," katanya yang berhasil mengalahkan Wakil Walikota Cimahi, Ngatiyana dalam olahraga bocce itu.

Ia berkomitmen bakal terus menyosialisasikan olahraga tradisional, termasuk bocce ini agar semakin diminati oleh masyarakat.